Kenali 4 Alat Ukur ini untuk Mendeteksi Stunting pada Anak Anda!

Tahukah Bunda, kalau memantau proses pertumbuhan anak melalui pengukuran guna mendeteksi stunting secara dini itu sangatlah penting?  Hal tersebut sudah pernah dibahas pada artikel sebelumnya tentang pentingnya melakukan pengukuran pada anak.

Pertumbuhan anak tidak hanya dilihat dari berat badan, tetapi juga tinggi badan. Pasalnya, tinggi badan anak adalah salah satu faktor yang menandai stunting dan menjadi penanda apakah nutrisi anak sudah tercukupi atau belum.

Banyak yang belum mengetahui bahwa anak yang pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan anak. Sebelum melakukan pengukuran pada anak, alangkah baiknya bagi Bunda untuk mengetahui terlebih dahulu alat-alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi stunting pada anak.

Alat-Alat Ukur untuk Mendeteksi Stunting pada Anak

1. Timbangan Berat Badan

Closeup of a baby’s legs on a weighing scale

Timbangan berat badan digunakan untuk mengetahui ukuran berat badan anak. Dengan alat ini, Bunda dapat memantau perkembangan berat badan anak dengan melakukannya secara berkala dari rumah untuk mendeteksi apakah berat badan anak sudah ideal.

Semakin berkembangnya teknologi, kini timbangan berat badan berinovasi menjadi timbangan digital yang lebih praktis dan efektif. Maka dari itu, Bunda dapat menimbang anak dengan lebih mudah.

Untuk anak-anak yang sudah bisa berdiri, dapat dilakukan dengan berdiri di atas timbangan digital tersebut, kemudian akan didapatkan hasil berat badan anak tersebut. Untuk bayi, dapat dilakukan dengan meletakkan bayi di atas timbangan digital dengan posisi tidur, kemudian akan terlihat hasil berat badan bayi tersebut.

2. Stadiometer

Stadiometer adalah alat ukur tinggi badan berupa penggaris panjang yang menempel di dinding dan memiliki headpiece geser horizontal yang disesuaikan untuk diletakkan di atas kepala.

Cara menggunakannya adalah hanya dengan meletakkan stadiometer pada dinding yang rata, kemudian minta anak berdiri dengan posisi kaki diratakan pada lantai dengan tumit menghadap sudut tempat dinding dan lantai bertemu. Lalu, pembatas kepala ditarik hingga menempel pada atas kepala. Dengan begitu akan didapatkan hasil tinggi badan anak tersebut.

3. Infantometer

Sedangkan infantometer adalah papan yang dirancang untuk ditempatkan di atas permukaan datar dan keras untuk mengukur panjang badan anak kurang dari 2 tahun dengan posisi telentang.

Berikut cara pengukuran menggunakan infantometer yang baik dan benar :

  1. Letakan infantometer pada bidang datar, seperti meja atau lantai.
  2. Letakkan infantometer dengan posisi pembatas kepala ada di sebelah kiri dan panel penggeser berada di sebelah kanan.
  3. Tarik bagian panel penggeser sampai batas yang diperkirakan cukup untuk mengukur panjang badan bayi.
  4. Baringkan Si Kecil dengan posisi telentang dan pastikan kepala bayi menempel pada bagian pembatas kepala.
  5. Rapatkan kedua kaki dan tekan lutut bayi sampai lurus. Pastikan kedua kakinya menempel pada meja atau tempat meletakkan infantometer. Tekan kedua lutut bayi dan tegakkan telapak kakinya, kemudian geser bagian panel penggeser sampai persis menempel pada telapak kaki Si Kecil.
  6. Bacalah skala angka terbesar yang tertera di infantomenter untuk menunjukkan ukuran panjang badan bayi. Jangan lupa, tulislah hasil pengukuran tersebut di buku catatan kesehatan anak.
  7. Setelah pengukuran selesai, Si Kecil pun bisa diangkat dari infantometer.

4. Pita Lila – Alat Ukur Lingkar Lengan dan Lingkar Kepala

Pengukuran lingkar lengan digunakan untuk mengukur status gizi bayi saat dalam keadaan darurat atau saat berat dan tinggi badan bayi tak dapat dinilai secara akurat.

Sedangkan untuk pengukuran lingkar kepala merupakan kegiatan untuk mengetahui ukuran tengkorak dan juga otak bayi dalam pertumbuhan yang normal.

Tahukan Bunda, Kalau Stunting dapat Dideteksi Dini dengan Tikar Pertumbuhan?

Di samping alat-alat ukur di atas, kita juga dapat mendeteksi stunting secara dini dengan mudah menggunakan tikar pertumbuhan. Seperti yang sudah kita bahas pada artikel sebelumnya, bahwa Pemerintah merekomendasikan alat ini menjadi alat acuan deteksi dini stunting yang digunakan oleh puskesmas hingga posyandu di seluruh Indonesia.

Tikar pertumbuhan adalah alat untuk mendeteksi dini stunting dengan mengukur panjang anak di bawah usia dua tahun. Panjang badan merupakan sebuah tolak ukur penting yang paling terlihat dalam pertumbuhan anak. Dengan demikian, perlu sekali bagi Bunda untuk melakukan pengukuran setiap bulan pada anak-anak di bawah dua tahun.

Pada hasil pengukuran tikar pertumbuhan, akan terlihat apakah anak memiliki panjang yang sesuai pada usia mereka. Tikar pertumbuhan memiliki acuan yang berbeda berdasarkan jenis kelamin dan usia. Maka dari itu, pastikan pengukurannya sudah sesuai.

Alat Ukur Pendeteksi Stunting Terbaik di Indonesia!

Dalam mendeteksi stunting, kita memerlukan alat-alat yang tepat dan akurat agar hasil yang didapat juga maksimal. Solo Abadi menyediakan berbagai alat-alat untuk mendeteksi stunting seperti tikar pertumbuhan dan paket Antropometri Kit-SK.

1. Paket Antropometri Kit-SK

Selain paket-paket Antropometri Kit-SK di atas, kami juga menyediakan Paket Antropometri Kit-SK Custom yang di dalamnya berisi alat-alat pendeteksi stunting yang dapat di request sesuai dengan kebutuhan clients ataupun customers kami.

2. Tikar pertumbuhan

Tikar pertumbuhan merupakan alat ukur yang digunakan untuk membantu kita memvisualisasikan perkembangan dan pertumbuhan anak hingga usia 21 bulan. Alat ini juga digunakan oleh Instansi Kesehatan untuk membantu mendeteksi stunting sejak dini.

Dapatkan Alat Ukur Antropometri Kit Sekarang Juga!

Jika Bunda tertarik dengan produk Kami, Bunda bisa langsung menghubungi Kami melalui WhatsApp di nomor 62851 – 0088 – 8111 atau mengunjungi link berikut.

MARI CEGAH DAN DETEKSI STUNTING DENGAN TEPAT, CEPAT DAN AKURAT MENGGUNAKAN STUNTING KIT. KARENA CEGAH ITU PENTING!

Facebook Comments
Bagikan!