Mengetahui Dampak dan Resiko Tidak Mencegah Stunting Sejak Dini

Mencegah stunting sejak dini merupakan hal utama yang harus dilakukan di daerah yang angka prevalensinya masih tinggi, karena dampak dan resiko jika terlambat menyadari stunting sangatlah berbahaya; baik untuk anak yang mengidapnya, perkembangan ekonomi negara, hingga terancamnya suatu generasi.

Kerdil Bukan Berarti Stunting

Sebagai pengingat saja, stunting merupakan situasi di mana anak mengalami kekurangan gizi atau malnutrisi yang sudah kronis. Stunting tidak bisa sepenuhnya diartikan menjadi seorang anak yang tubuhnya kecil atau kerdil.

Anak bisa dikatakan stunting karena mereka mengalami kekurangan gizi yang berlebih, sehingga mengakibatkan perkembangan tubuhnya terhambat. Tidak hanya perkembangan tubuhnya yang terhambat, tetapi perkembangan otak (daya tangkap) pun ikut terhambat.

Dampak dan Resiko Terlambat Mencegah Stunting

Alasan mengapa stunting sangatlah membahayakan bagi anak yang mengalaminya yaitu karena stunting sendiri memiliki dampak buruk di jangkan pendek dan jangka panjang.

Berikut merupakan beberapa resiko jangka pendek jika anak mengalami stunting:

  • Pertumbuhan sang anak akan terhambat (hal ini akan sangat terlihat ketika anak menginjak usia 2 tahun, postur tubuh mereka akan terlihat lebih pendek dari anak seusianya);
  • Perkembangan kognitif serta motorik anak akan terhambat sehingga memengaruhi perkembangan otak mereka;
  • Fungsi kekebalan tubuh mereka akan mengalami penurunan;
  • Metabolisme di dalam tubuh pada anak akan mengalami gangguan, dan lain-lain.

Dan berikut merupakan beberapa resiko jangka panjang jika anak mengalami stunting:

  • Fungsi kekebalan tubuh yang terus menurun akan membuat anak jadi mudah sakit;
  • Perkembangan kognitif yang tidak kian membaik dapat mempengaruhi anak susah menerima pelajaran (mengganggu dan menghambat prestasi mereka). Lebih jauhnya lagi, kualitas kerja mereka akan buruk dan terasa tidak kompetitif saat di usia dewasa;
  • Resiko terkena penyakit degeneratif menjadi tinggi, contohnya seperti diabetes, kegemukan, penyakit jantung hingga stroke, dan lain-lain.

Dampak Stunting pada Ketahanan Negara

Selain membawa dampak yang buruk bagi anak yang mengalami stunting, hal tersebut dapat juga mengancam ketahanan suatu negara, khususnya bagi Indonesia yang akan mengalami bonus demografi di tahun 2030 ke atas.

Stunting dapat menyebabkan suatu negara melahirkan suatu generasi yang tidak produktif. Terlebih lagi bagi Indonesia yang menuju ke bonus demografi. Alih-alih dapat memanfaatkan sumber daya manusia dengan usia produktif, negara bisa saja dipusingkan dengan sumber daya yang kurang siap.

Kondisi perekonomian suatu negara juga dapat terancam. Semakin banyaknya sumber daya yang dirasa kurang mampu beradaptasi di usia produktif, kemungkinan angka kemiskinan pun akan semakin meninggi.

Selain itu, pada dasarnya seseorang dapat mengalami kekurangan gizi (hingga akhirnya stunting) karena minimnya akses memperoleh pangan yang penuh gizi dan nutrisi. Dan biasanya, hal tersebut terjadi karena faktor kemiskinan.

Melepas Bayang-Bayang Stunting

Problematika mengenai stunting tidak dapat seketika hilang begitu saja jikalau tidak adanya upaya untuk mencegahnya. Menunggu solusi dan bantuan dari pemerintah juga bukanlah suatu jawaban.

Satu-satunya cara untuk mengatasi ini yaitu saling bahu-membahu menyadarkan dan menambah wawasan betapa pentingnya asupan pangan yang penuh gizi dan nutrisi sejak dini. Karena di luar sana, masih banyak yang belum memahami bahwa memberikan asupan penuh gizi harus sudah dimulai sebelum masa kehamilan hingga kelahiran.

Kalau terdapat suatu daerah yang susah mengakses pangan yang bernutrisi dan bergizi karena satu dan lain hal, kita harus berusaha membantu. Membantu tidak selalu tentang memberikan makanan bergizi (jika hal ini dirasa berat), kita dapat melaporkan hal tersebut ke Lembaga Pemerintah setempat.

Sekali lagi kami tekankan, bahwasannya mengonsumsi asupan yang penuh gizi harus sudah mulai dilakukan sejak dini; sejak sebelum masa kehamilan dan masa kehamilan. Karena memberikan biskuit bergizi bagi anak-anak yang sudah di masa sekolah sangatlah sia-sia kalau ingin menghentikan stunting.

Meskipun sudah memberikan asupan yang penuh gizi sejak 1000 hari pertama anak (dari masa kehamilan), kita tetap harus melakukan pengukuran antropometri secara berkala. Agar memastikan kalau sang anak benar-benar terbebas dari segala penyakit, khususnya tidak mengalami malnutrisi.

Facebook Comments
Bagikan!

Tinggalkan komentar