Pentingnya Mengetahui Kode Produksi pada Bungkus Rokok yang dikonsumsi

Kebanyakan pria di Indonesia pasti sudah pernah (setidaknya mencoba) merokok sekali dalam seumur hidupnya. Rata-rata, mereka hanya iseng atau bahkan ingin terlihat keren sehingga mereka memutuskan untuk mencoba rokok. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, data menyebutkan jika orang yang merokok pada usia remaja terus meningkat. Kebanyakan dari mereka memulai merokok mulai dari umur 10-18 tahun.

Merokok di Usia Remaja

Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah tentang Tembakau tahun 2012, penjual dilarang untuk memperjualbelikan rokok terhadap anak di bawah umur. Meskipun kebanyakan dari mereka membeli rokok di warung karena disuruh bapaknya, tetap saja tidak boleh.

Terlepas dari itu semua, kegiatan merokok bagi para penikmatnya sudah tidak dapat dihentikan. Mereka merokok bukan karena ingin terlihat keren ataupun gaya-gayaan belaka, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya, seperti yang sudah saya bicarakan di artikel Harga Merokok Meninggi di Awal Tahun. Dan teruntuk kalian yang masih menjadikan rokok menjadi bagian penting yang harus kalian konsumsi tiap harinya, apakah kalian tahu kalau rokok yang kalian beli itu terdapat masa kedaluwarsa?

Banyak Perokok yang Asal Membeli Rokok

            Kalau dalam membeli makanan ataupun minuman, pasti kalian secara otomatis sudah mengecek tanggal kedaluwarsanya. Tetapi, banyak perokok yang belum mengetahui jika ternyata rokok juga terdapat tanggal kedaluwarsa. Kebanyakan perokok masih asal membeli rokok tanpa memperhatikan detail dari bungkus rokoknya.

Detail Bungkus Rokok (Sumber: Flickr)

            Tanpa kalian sadari, ternyata rokok juga mirip seperti makanan atau minuman dalam hal sama-sama memiliki masa kedaluwarsa. Dahulu, kebanyakan orang mengecek rokok itu sudah lama atau belum berdasarkan warna pita yang tertempel pada bungkus rokok. Padahal, cara tersebut salah. Kalian dapat mengetahui apakah rokok tersebut sudah kedaluwarsa atau tidak dengan mengecek kode produksinya. Kode produksi pada bungkus rokok merupakan informasi mengenai tanggal, bulan, dan tahun pembuatan rokok tersebut. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomo 28 tahun 2013 Pasal 10 ayat (2) huruf c, yang berisi bahwa informasi kesehatan meliputi kode produksi, tanggal, bulan, dan tahun produksi, serta nama dan alamat produsen diletakkan pada sisi bawah kemasan. 

            Namun perlu dipahami, bahwa kedaluwarsa pada rokok tidak sama persis dengan makanan ataupun minuman. Rokok yang masa produksinya sudah lama bukan berarti basi, tetapi rasa rokok tersebut sudah tidak senikmat rokok yang masa produksinya baru. Meskipun kemasan pada bungkus rokok bersegel sehingga udara tidak akan masuk, rokok yang sudah lama akan menimbulkan banyak bercak kuning.

Rokok dengan Bercak Kuning (Sumber: Flickr)

Untuk membantu kebutuhan para industri rokok agar dapat memproduksi kemasan rokok dengan kode produksi yang cepat dan efisien, Solo Abadi menawarkan produk yang bernama Mesin Light Emboss 210. Solo Abadi membuat mesin-mesin rokok sesuai dengan kebutuhan industri seiring berjalannya zaman. Mesin rokok yang diproduksi Solo Abadi mempunyai berbagai keunggulan daripada kompetitor lainnya. Keunggulan tersebut seperti bentuk desainnya yang simpel dan elegan. Mesin rokok dari Solo Abadi juga fleksibel sehingga mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Dan yang terpenting, mesin rokok dari Solo Abadi hemat energi.

Mesin untuk Memproduksi Kode Produksi pada Bungkus Rokok

Mesin Light Emboss 210

            Mesin Light Emboss 210 merupakan mesin yang digunakan untuk memberi kode produksi atau kode dater pada bungkus rokok.Kode produksi adalah salah satu hal yang penting dicantumkan pada bungkus rokok. Untuk mempercepat dalam mencantumkan kode produksi, Mesin Light Emboss 210 adalah pilihan yang tepat.

Facebook Comments
Bagikan!

Tinggalkan komentar