Metode Pengukuran Dimensi Tubuh Manusia Menggunakan Kursi Antropometri

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa pengaplikasian antropometri sangatlah penting guna meningkatkan kenyamanan suatu produk bagi pengguna. Dan kursi antropometri sendiri berguna sebagai pertimbangan alat untuk mengukur dimensi tubuh manusia agar peroduk yang dirancang lebih sesuai dan nyaman.

Dalam pengukuran dimensi tubuh manusia menggunakan kursi antropometri terdapat berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil data.  Dengan berbagai variabilitas ukuran dimensi tubuh manusia tersebutlah sehingga perlu mendapat perhatian ketika dilakukan perhitungan. Faktor yang mempengaruhi perbedaan data diantaranya :

1. Jenis Kelamin

Dilihat dari jenis kelamin, tentu kita semua sepakat apabila umumnya pria memiliki dimensi tubuh yang lebih besar dibanding wanita.

2. Umur

Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir hingga 17 tahun. Dan akhirnya akan mengalami penurunan ketika berumur 60 tahun.

3. Suku Bangsa (Etnis)

Dengan dipengaruhi letak geografis tempat manusia tinggal, variasi dimensi akan terjadi.

4. Pekerjaan

Dengan intensitas kerja sehari-hari juga menyebabkan perbedaan ukuran tubuh manusia.

 

Lalu bagaimana sih cara melakukan pengukuran antropometri?

Dilihat dari cara melakukan perhitungannya, antropometri sendiri terbagi atas dua teknik pengukuran tubuh yaitu :

 

1. Pengukuran Antropometri Statis

Menggunakan metode ini pengukuran dimensi tubuh diukur dengan mengukur keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam keadaan diam.

Istilah lain dari pengukuran tubuh cara ini dikenal dengan “static Antropometri”. Dimensi yang diukur antara lain meliputi berat badan, tinggi tubuh dalam posisi berdiri maupun duduk, ukuran kepala, panjang lutut saat berdiri dan duduk, serta panjang lengan.

2. Pengukuran Antropometri Dinamis

Perhitungan secara dinamis berhubungan dengan pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam keadaan bergerak atau memperhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat melakukan suatu pekerjaan.

Dalam prakteknya, terdapat pembagian pengukuran dinamis yaitu pengukuran tingkat keterampilan, pengukuran jangkauan ruangan ketika kerja, dan pengukuran variabilitas kerja.

 

Data yang dapat diukur oleh kursi antropometri

Dengan kursi antropometri, kita dapat memperoleh beberapa data pengukuran pada dimensi tubuh manusia. Secara garis besar, kursi antropometri memiliki pedoman pengukuran antara lain :

1. Posisi berdiri

Pengukuran
Contoh pengukuran posisi berdiri

Pengukuran dimensi tubuh manusia menggunakan kursi antropometri dengan sikap subjek berdiri tegak, dengan penyesuaian beberapa gerakan untuk diambil perhitungannya. Kedetailan gerak pada sikap berdiri antara lain :

  • Tinggi Tubuh (TTB), mengukur jarak vertikal dari lantai sampai ujung kepala yang paling atas.
  • Tinggi Mata Badan (TMB), mengukur jarak vertikal dari lantai sampai ujung mata bagian dalam (dekat pangkal hidung).
  • Tinggi Bahu (TBH), mengukur jarak vertikal dari lantai sampai bahu yang menonjol pada bagian sisi samping bahu.
  • Tinggi Siku (TSB), mengukur jarak vertikal dari lantai ke titik pertemuan antara lengan atas dan lengan bawah (siku).
  • Tinggi Ujung Jari (TUJ), mengukur dimensi ukuran antara lantai hingga ujung jari dengan sikap tangan lurus tegak kebawah.
  • Tinggi Tulang Ruas (TTR), perhitungan dengan subjek berdiri tegak dan dihitung dari bagian samping antara telapak kaki hingga pangkal jari dengan tangan bersikap lurus kebawah.
  • Tinggi Pinggul (TPL), mengukur tinggi pinggul subjek dengan cara subjek berdiri dan diukur dari telapak kaki hingga titik pinggul.
  • Tinggi Genggam Tangan (TGT), mengukur tinggi jarak dari lantai hingga titik terluar tangan saat posisi menggenggan. Dengan sikap tangan tegak lurus keatas.
  • Tinggi Pergelangan Tangan (TPT), mengukur jarak dari lantai hingga titik pergelangan tangan. Dengan sikap tangan lurus tegak kebawah.
  • Tinggi Jangkauan Tangan (TJT), pengukuran dari lantai hingga ujung jari paling luar. Dengan sikap berdiri dan tangan diangkat mengarah keatas setinggi-tingginya.
  • Tinggi Pinggang (TPG), mengukur antara lantai hingga pinggang bagian samping. Dimana pinggang bertempat diantara perut dan dada bagian belakang.
  • Lebar Pinggul Berdiri (LPB), perhitungan dimensi jarak dari pinggul sisi kanan hingga sisi kiri.
  • Panjang Siku ke Pergelangan Tangan (PST), mengukur sisi terluar siku subjek, hingga batas pergelangan tangan.

2. Posisi Duduk

 

Pengukuran
Contoh pengukuran posisi duduk
  • Tinggi Popliteal Duduk (TPD), mengukur jarak vertikal dari lantai sampai bagian bawah paha.
  • Lebar Kepala (LKP), mengukur lebar kepala dengan cara subjek memandang kedepan dan dihitung kepala sisi kanan hingga sisi kiri.
  • Lebar Bahu Atas (LBA), mengukur jarak horisontal antara kedua lengan atas dan subjek duduk tegak dengan lengan atas merapat ke badan.
  • Lebar Bahu Duduk (LBD), pengukuran dengan subjek duduk tegak dan diukur dari sisi terluar bahu samping kanan hingga samping kiri.
  • Lebar Pinggul Duduk (LPD), cara menghitung yaitu dengan subjek duduk tegak dan diukur horisontal dari bagian pinggul sisi kiri hingga sisi kanan.
  • Panjang Genggam Tangan (PGT), menghitung jarak antara titik punggung yang menempel dibelakang hingga titik kepalan tangan. Dengan posisi tangan mengarah lurus kedepan.
  • Panjang Rentangan Siku (PRS), pengukuran rentang sisi terluar kedua sisi siku. Dengan cara subjek duduk dan merentangkan kedua siku secara horizontal kanan dan kiri.
  • Panjang Rentangan Tangan (PRT), cara pengukuran antara jarak horizontal dari ujung jari tangan kiri hingga ujung jari kanan. Subjek merentangkan secara horisontal kedua tangannya ke samping.
  • Tinggi Genggam ke Atas Duduk (PGD), mengukur antara alas duduk subjek hingga titik genggaman tangan. Dengan posisi tangan mengarah keatas.
  • Tinggi Duduk Tegak (TDT), mengukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk subjek hingga ujung atas kepala.
  • Tinggi Mata Duduk (TMD), mengukur jarak vertikal dari alas duduk hingga ujung mata bagian dalam.
  • Tinggi Bahu Duduk (TBD), mengukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk hingga ujung tulang bahu terluar.
  • Tinggi Siku Duduk (TSD), mengukur jarak vertikal dari alas duduk hingga ujung bawah siku. Dengan posisi lengan atas lurus kebawah dan tangan bawah ditekuk mengarah kedepan.
  • Panjang Bahu ke Siku (BKS), pengukuran panjang dari sisi terluar bahu hingga batas siku subjek. Dengan posisi lengan atas lurus kebawah dan lengan bawah ditekuk mengarah kedepan.
  • Tebal Paha Duduk (TPD), mengukur jarak dari permukaan alas duduk subjek hingga ke permukaan atas paha subjek.
  • Panjang Lengan Bawah Duduk (PLB), mengukur jarak antara siku hingga ujung jari terluar. Dengan posisi lengan atas lurus kebawah dan lengan bawah ditekuk mengarah kedepan.
  • Panjang Paha Duduk (PPD), digunakan untuk mengukur antara panggul hingga batas lutut bagian dalam. Dengan posisi kaki subjek duduk mengarah kedepan.

3. Area Wajah

Pengukuran
Contoh pengukuran wajah
  • Panjang Kepala (PKH), mengukur jarak antara kepala subjek sisi belakang terluar hingga ukuran terluar bagian depan, biasanya ujung hidung.
  • Tinggi Kepala (TKP), pengukuran jarak antara sisi terbawah dagu hingga batas atas kepala subjek.
  • Tinggi Dagu Mata (TDM), perhitungan antara dagu paling bawah hingga mata bagian dalam.
  • Lebar Mata ke Mata (LMM), pengukuran antara titik bagian tengah mata kiri hingga titik tengah mata kanan.

Sehingga ketika melakukan pengukuran data dimensi manusia, kedetailan yang menjadi fokus utama akan terpenuhi. Dengan adanya rancangan kursi antropometri ini juga, diharapkan pengukuran yang dilakukan akan meningkatkan nilai produk yang kamu buat.

Tinggalkan komentar