Antropometri, Apakah Pengaplikasian Ilmu Ergonomi?

 Ketika kita membahas pentingnya kenyamanan dalam kegiatan sehari-hari, tentunya kita sepakat dong apabila tubuh juga memerlukan kenyamanan tersebut untuk melakukan fungsi-fungsi organ tubuh seperti pergerakan tubuh dan efeknya bagi tubuh. Dalam pengkajian kenyamanan suatu produk tersebut yang harus kamu perhatikan salah satunya yaitu dengan cara pengukuran. Nantinya dengan pengukuran yang tepat dalam sebuah rancangan desain produk, diharapkan alat yang kamu produksi akan memenuhi prinsip ergonomis. Karena saat kamu memperhatikan pentingnya ilmu ergonomi  dalam produk yang kamu buat, secara tidak langsung akan berimbas pada peningkatan daya jual produk.

Pengukuran
(a) Contoh pengukuran menggunakan meteran(b) Contoh pengukuran menggunakan kaliper

Untuk pertimbangan ergonomis dalam produk akhirnya diperlukannya ilmu antropometri. Dengan adanya ilmu antropometri inilah unsur ergonomis dalam suatu proses produksi akan terpenuhi. Maka dari itu setiap desain produk, baik produk yang sederhana maupun komplek harus berpedoman kepada antropometri pemakainya.

Apa sih pengertian antropometri?

Arti kata antropometri sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “anthropos” (manusia) dan “metron” (ukuran). Secara umum dijelaskan, antropometri adalah suatu studi yang sangat berhubungan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia. Dan antropometri sendiri merupakan bagian dari ilmu ergonomi yang khusus dalam mempelajari ukuran tubuh.

Sejarah antropometri sudah ada sejak tahun 1987, dimana pada saat itu telah dijelaskan oleh Sanders & Mc Cormick (1987) antropometri adalah pengukuran dimensi tubuh atau karakteristik fisik tubuh lainnya yang relevan dengan desain tentang sesuatu yang dipakai orang.

Antropometri pada umumnya digunakan untuk mempertimbangkan ergonomi atau tidaknya perancangan produk ataupun sistem kerja. Aplikasi antropometri sendiri telah lama digunakan manusia untuk bahan pengkajian produk supaya produk tetap memegang prinsip ergonomis dalam desain maupun sistem kerja.

Jadi apa sih fungsi antropometri untuk menghasilkan rancangan produk?

Aspek-aspek antropometri dalam suatu proses perancangan produk marupakan faktor yang penting dalam menunjang peningkatan kenyamanan dan keamanan proses produksi. Intinya setiap produk sebisa mungkin harus berpedoman kepada antropometri dan ergonomi.

Dalam perhitungan datanya, terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi data antropometri yang dihasilkan, seperti Umur, Jenis Kelamin, Suku Bangsa (Etnis), Pekerjaan.

Pengukuran tersebut bisa dibilang bersifat relatif mudah apabila yang diambil data perseorangan. Tetapi masalahnya apabila semakin banyak jumlah manusia, semakin terlihat sebesar apa variasinya. Maka dari itu kita memerlukan alat-alat pengukuran antropologi yang dapat membantu kita dalam pengumpulan data, berikut adalah contoh alat-alat tersebut :

1. Goniometer

Alat yang digunakan untuk mengukur lingkup gerak sendi. Goniometri ini berkaitan pengukururan sudut, khususnya sudut yang dihasilkan dari sendi melalui tulang-tulang tubuh manusia. Intinya alat ini lebih digunakan untuk mengumpulkan data antropometri yang lebih berfokus pada lekukan tubuh manusia.

2. Kursi Antropometri

Adapun Kursi Antropometri yang digunakan untuk mengukur data-data manusia dalam posisi duduk. Data yang diperoleh biasanya dipakai untuk merancang produk-produk furniture.

Pengukuran
Antropometri pengaplikasian ilmu ergonomi

Dengan data dari kursi antropometri inilah, produk yang dibuat akan mempunyai ukuran yang tepat dengan penggunanya dan diharapkan membuat penggunanya merasa nyaman dan aman sehingga betah untuk berlama-lama dengan produk kamu.

Lalu apa hubungannya kursi antropometri dengan produk furniture yaa?

Bagi kamu yang mendalami beberapa bidang seperti perancangan industri, arsitektur, desain interior, dan produk furniture, tentunya paham dong apabila pengukuran sangatlah penting. Karena dalam bidang-bidang tersebut, data dimensi tubuh diperlukan untuk menghasilkan produk yang optional.

Menurut Sutalaksana (1979) dan Sritomo (1995) dalam ilmu antropometri terdapat 3 filosofi dasar penerapan data antropometri untuk perancangan produk furniture yang berpedoman pada ergonomic:

1. Perancangan produk dengan ukuran yang ekstrim

Contohnya yaitu penetapan ukuran minimal dari lebar dan tinggi dari pintu darurat.

2. Perancangan produk yang dioperasikan di rentang ukuran tertentu.

Contoh dari filosofi ini yaitu perancangan kursi mobil yang letaknya bisa digeser maju atau mundur, dan sudut sandarannya pun bisa dirubah-rubah.

3. Perancangan produk dengan ukuran rata-rata.

Dengan contoh yaitu desain fasilitas umum seperti toilet umum, kursi tunggu, dan meja ruang lobi.

Untuk mendapatkan suatu perancangan produk furniture yang optimal, maka hal-hal yang harus diperhatikan adalah faktor-faktor seperti panjang dari suatu dimensi tubuh baik dalam posisi statis maupun dinamis. Pengukurannya sendiri mencakup antara lain posisi berdiri, posisi duduk, dan area wajah.

Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa data antropometri dapat menentukan bentuk dan dimensi produk yang sedang kamu rancang. Dalam hal ini maka perancangan produk harus mampu mengakomodasikan dimensi dari populasi terbesar yang akan menggunakan produk hasil rancangan kamu tersebut.

Namun pada saat ini, semakin banyaknya produsen produk furniture yang kita jumpai namun masih sedikitnya kesadaran akan pentingnya prinsip ergonomi. Lalu kamu mau tau bagaimana cara membuat produk yang bernilai?, sehingga diharapkan kamu mampu menciptakan produk yang nantinya akan dicintai oleh pelanggan.

Tinggalkan komentar