Hubungan Antara Antropologi dan Pengukuran Antropometri

Tahukah anda bahwa pendekatan antropometri tidak hanya digunakan pada bidang teknik industry namun pada bidang yang lain pula? Sebelumnya, kita telah membahas mengenai ilmu antropometri dalam bidang lain seperti Teknik industri, ergonomi, hingga status gizi tubuh manusia.

Kali ini, kami akan memberikan informasi lebih luah mengenai antropometri, salah satunya mengenai hubungan dari ilmu antropometri dengan antropologi. Kami memaparkan mengenai penjelasan antara kedua ilmu ini karena kami ingin menambah informasi terutama terkait pentingnya penggunaan ilmu antropometri dalam berbagai macam bidang ilmu yang ada. Meskipun antropologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial, namun kebutuhan antropologi dengan pengukuran antropometri merupakan sebuah hal yang penting. Namun sebelum itu, kita harus mengetahui mengenai antropologi  tersebut.

Mengenal apa itu ilmu antropologi

Dari nama Antropologi, kita dapat mengartikan secara singkat bahwa Antros berarti manusia dan logos berarti ilmu. Menurut American Anthropological Association (AAA), Antropologi diartikan sebagai studi yang mempelajari tentang manusia, baik masa lampau dan sekarang. Untuk memahami secara penuh kompleksitas budaya di seluruh sejarah manusia, antropologi memanfaatkan dan membangun pengetahuan dari ilmu sosial dan biologi serta ilmu humaniora dan fisik. Pada dasarnya, antropologi adalah kombinasi dari berbagai disiplin ilmu yang berfokus pada pemahaman sifat manusia, masyarakat, budaya dan asal-usulnya sebagai spesies.

Di Indonesia sendiri, penting bagi masyarakat untuk mempelajari mengenai antropologi manusia. Salah satunya karena di Indonesia memiliki berbagai macam ras dan suku yang berbeda. Akan tetapi, dalam realita yang ada pembelajaran mengenai antropologi merupakan sebuah hal yang urgent namun sering di abaikan. Dalam hal ini, pada kajian antropologi didapatkan data numerik yang kemudian akan digunakan sebagai bahan analisis yang penting. Data ini akan mampu didapatkan dengan bermacam pengukuran, namun umumnya pengukuran antropometri. Sebelum membahas lebih detail mengenai antropometri dalam ilmu antropologi, mari kita menyimak terlebih dahulu mengenai macam dari ilmu antropologi.

Macam Ilmu Antropologi Yang Perlu di Ketahui

Seperti ilmu lain yang memiliki bermacam cabang ilmu, antropologi juga memiliki bermacam cabang ilmu yang berbeda. Hal ini dipengaruhi dengan begitu luas cabang ilmu antropologi. Beberapa cabang ilmu ini menentukan data yang dibutuhkan hingga proses atau cara analisis yang berbeda. Diantaranya sebagai berikut :

1. Arkeologi

Arkeologi adalah studi tentang artefak manusia – apa pun yang dibuat oleh manusia dari jaman dulu hingga saat ini. Arkeologi juga dapat dihubungkan dengan sejarah yang hendak dipahami.

2. Antropologi budaya

Antropologi budaya dapat diartikan sebagai studi tentang masyarakat dan budaya manusia yang hidup. Misalkan di Indonesia, masing-masing ras atau suku memiliki budaya yang berbeda. Hal ini yang kemudian mulai dipelajari oleh para antropolog. Antropolog budaya sering bekerja dengan psikolog dan sosiolog, serta ekonom, ilmuwan politik, dan sejarawan.

3. Antropologi linguistik

Linguistik yang ada dalam antropometri berkaitan dengan perkembangan dan hubungan bahasa. Antropologi linguistik juga sering bekerja dengan psikolog dan sosiolog.

4. Antropologi fisik

Seperti namanya, antropologi fisik merupakan sebuah studi tentang organisme manusia, sepanjang waktu dan di berbagai negara. Paleo-antropolog mempelajari manusia paling awal dan nenek moyang kita yang lain pada masa lalu. Antropologi fisik memungkinkan kita mempelajari mengenai dimensi tubuh manusia baik pada masa saat ini dan masa lampau.

Beberapa jenis antropologi di atas merupakan macam ilmu antropologi yang ada saat ini. Dalam hal ini, pengukuran antropologi yang paling sering menggunakan data-data numerik ataupun pengukuran sendiri adalah arkeologi dan antropologi fisik. Meski demikian, terkadang antropologi budaya juga memiliki konstribusi dalam hal ini.

Lalu mulai dari sini, menjadi sebuah pertanyaan mengenai bagaimana ilmu antropometri dipengaruhi oleh pengukuran antropometri itu sendiri?

Hubungan Antropologi dan Pengukuran Antropometri

Ketika membahas antropometri, tentunya bukan menjadi hal sulit untuk memahami antropometri bila anda sebelumnya pernah membahas artikel-artikel dari kami. Antropometri yang dikembangkan sebagai ilmu yang mempelajari pengukuran tubuh manusia atau merupakan sebuah metode pengukuran pada tubuh manusia. Memiliki ketertaikan dengan antropologi.

Hal ini dikarenakan sebelumnya, pada antropologi dilakukan pengukuran pada tubuh manusia maupun hewan. Baik yang masih hidup atau yang sudah mati. Hal ini kemudian semakin bisa diyakini ketika Rudolf Martin, seorang antropologi dari Jerman, menciptakan sebuah metode pengukuran antropologi yang berhubungan dengan antropometri. Selain itu, dia juga memaparkan mengenai ide mengenai hal tersebut di buku berjudul “Lehr Buch der Antroplogie” yang diterbitkan pada tahun 1928.

Antropometri dalam antropologi biasanya digunakan untuk mengukur berbagai bagian tubuh manusia, tidak hanya sebatas tinggi tubuh namun perkembangan tubuh manusia menjadi perhatian penting. Misalkan dengan mengukur bagian kepala, tubuh, tangan hingga kaki. Masing-masing pengukuran tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Selain itu, Rudolf Martin juga menciptakan alat ukur antropometri yang digunakan dalam bidang antropologi. Alat ini adalah Antropometri Kit yang berisi beberapa alat yang terdiri dari antropometer, small spreading calliper, large spreading calliper dan sliding calliper. Maisng-masing dari alat ini memiliki fungsi yang beragam dengan kebutuhan yang telah disesuaikan. Alat ini menunjang pengukuran antropologi menjadi lebih mudah dan efektif. Selain itu, pengukuran ini kemudian menjadi referensi dalam bidang yang lain yaitu forensik dan anatomi.

Mengenal mengenai Antropometri Kit   

Dalam ilmu antropologi, penggunaan antropometri kit merupakan sebuah hal yang umum digunakan. Akan tetapi, di Indonesia itu sendiri cukup sulit ditemui penggunaan alat ini. Salah satu alasannya karena masih sukarnya penyediaan antropometri kit di dalam negeri. Sehingga itu, karena melihat betapa pentingnya penggunaan antropometri kit dan masih kurangnya penyediaan alat ini di Indonesia. Kami memproduksi antropometri Kit yang di inspirasi oleh antropometri kit yang telah dibuat sebelumnya oleh Rudolf Martin.

Antropometri Kit yang kami ciptakan bernama Portable Antropometri. Portable antropometri memiliki beberapa instrument yang saling melengkapi. Di dalamnya terdapat beberapa instrument seperti antropometer, small sliding spreading, large spreading calliper dan sliding calliper. Alat ini sama dengan alat yang telah diciptakan oleh Rudolf Martin, namun kami memperbaiki bentuk alat tersebut dengan lebih detail. Kami juga menggunakan bahan-bahan berkualitas seperti stainless steel.

Selain itu alat ini juga dilengkapi dengan suitcase khusus untuk menjaga kualitas barang dan keamanan barang. Karena pada dasarnya nama ‘Portable’ itu sendiri terinspirasi oleh mudahnya   instrument ini untuk di bawa. Sehingga pengukuran dapat dilakukan di mana saja. Berikut adalah beberapa foto dari Portable Antropometri Kit yang telah kami produksi.

.

Portable Antropometri GPM Martin
Anthropometer Yang Merupakan Bagian dari Portable Antropometri
Small Spreading Calliper Bagian dari Portable Antropometri
Sliding Calliper Bagian dari Portable Antropometri

Apabila anda tertarik untuk mengetahui produk kami, detail produk yang kami miliki, jangan segan untuk mengklik link berikut. Dan anda akan langsung terhubung dengan kami. Produk Portable Antropometri merupakan produk alat ukur antropometri dengan kualitas terbaik di Indonesia. Dengan menggunakan standar Internasional ini, Portable Antropometri dapat menjadi pilihan terbaik sebagai alat ukur dimensi tubuh manusia yang efektif dan modern.

Facebook Comments
Bagikan!

Tinggalkan komentar