Fungsi Ilmu Antropometri dalam Desain Produk

Desain produk merupakan ilmu yang  mempelajari tentang teknik merancang maupun mendesain suatu produk/benda guna kebutuhan manusia yang melingkupi unsur estetika, ergonomi dan fungsional dari produk/benda yang dirancang serta kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya. Merancang sebuah produk bukan hanya menghasilkan produk yang selalu baru, namun juga bagaimana menghasilkan produk yang memudahkan pekerjaan manusia serta aman untuk digunakan. Oleh sebab itu, dibutuhkan ilmu antropometri dan ilmu ergonomi dalam desain produk.

Seorang desainer perlu melakukan riset pasar terkait apa yang sedang dibutuhkan, sehingga produk yang dihasilkan bisa diterima pasar baik dalam hal bentuk, kenyamanan dan keamanan. Profesi ini terbagi atas beberapa kelompok kompetensi yaitu:

  • Desain produk peralatan
  • Desain perkakas lingkungan
  • Desain alat transportasi
  • Desain produk kerajinan (Kriya)
desain produk dan interior
pixabay.com

Ilmu Ergonomi dalam Desain Produk

Istilah ergonomi berasal dari kata “ergon” yang berarti kerja dan “nomos”  yang berarti hukum atau peraturan. Menurut kamus Cambridge dictionary, ergonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan lingkungan kerjanya untuk meningkatkan efektivitas kerja. Aspek ergonomi merupakan aspek yang penting untuk mendesain produk agar nyaman digunakan oleh manusia.

Menurut Wignjosoebroto (2008) terdapat tiga filosofi dasar untuk suatu desain yang digunakan oleh ahli-ahliergonomi sebagai data antropometri yang diaplikasikan, yaitu:

  1. Perancangan sebuah produk untuk individu yang memiliki ukuran yang ekstrem. Contoh: Penetapan ukuran yang minimal lebar dan tinggi dari pintu darurat
  2. Perancangan sebuah produk yang bisa dioperasikan di anatar rentang ukuran tertentu. Contoh: Perancangan kursi mobil yang letaknya bisa digeser maju atau mundur, dan sudut sandarannya pun bisa diubah-ubah.
  3. Perancangan sebuah produk yang memiliki ukuran rata-rata. Contoh: desain fasilitas umum seperti toilet umum, kursi tunggu, dan lain-lain.

Ilmu Antropometri dalam Desain Produk

Istilah Anthropometry berasal dari kata “anthropos” yang berarti manusia dan “metron (measure)” yang berarti ukuran (Bridger, 2003). Antropometri adalah ilmu yang mempelajari pengukuran dimensi tubuh manusia berdasarkan anatomi manusia dari individu atau kelompok yang berbeda-beda. Semakin banyak jumlah manusia yang diukur dimensi tubuhnya maka akan semakin terlihat besar variasinya antara tubuh yang satu dengan tubuh lainnya baik secara keseluruhan ukuran tubuh maupun persegmennya.

Data antropometri digunakan untuk bermacam-macam keperluan, seperti fasilitas kerja, perancangan stasiun kerja, dan desain produk. Baik produk yang sederhana maupun produk yang sangat kompleks pada desain produk, harus berpedoman pada antropometri pemakainya.  

Peralatan Antropometri untuk Desain Produk

Pengukuran antropometri dapat dilakukan secara langsung dengan mengukur beberapa orang sampel yang mewakili populasi. Pengukuran dimensi tubuh manusia ini dapat dilakukan dengan beberapa alat-alat antropometri antara lain (Indriati, 2010):

1. Sliding caliper

Kaliper geser merupakan alat yang digunakan dalam pengukuran dimensi horizontal badan seperti biaromial, bliliokristal, lebar dada, rentang lengan dan lain-lain.

2. Spreading caliper, atau kaliper rentang

3. Skinfold caliper

Kaliper tebal lipatan kulit seperti tebal lipatan kulit triceps, subscapular, biceps, paha depan, betis, dan lain-lain.

4. Pita meter

pixabay.com

Digunakan untuk mengukur lingkar tubuh meliputi lingkar kepala, linkar leher, lingkar dada, lingkar pinggang, lingkar paha, lingkar pergelangan kaki, dan lain-lain.

5. Stadiometer, digunakan sebagai timbangan berat badan

pinterest.com

6. Scale, digunakan sebagai timbangan berat badan

pixabay.com

7. Antropometer

Digunakan untuk mengukur dimensi vertikal meliputi tinggi duduk, akromiale-radiale, dan lain sebagainya, serta dimensi horizontal meliputi lebar dada dan rentang lengan. Berikut merupakan gambar dari alat ukur antropometer:

8. Segmometer

Digunakan sebagai alatpengukur segmen badan (lebar dan panjang) serta pengukuran dimensi horizontal tubuh.

9. Kursi Antropometri

Kursi antropometri digunkan untuk mengukur dimensi tubuh manusia pada posisi duduk. Hal in sangat banyak aplikasinya, mislanya pekerja yang bekerja pada posisi duduk, pekerja kantoran, mahasiswa yang mengikuti kelas, dan lain sebagainya.

Kursi antropometri yang kami miliki terbuat dari bahan yang kuat dan merupakan alat investasi jangka panjang. Kursi Antropometri adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur dimensi tubuh manusia, alat ini dapat melakukan pengukuran hingga 34 anggota tubuh.

Facebook Comments
Bagikan!

Tinggalkan komentar