Penerapan Higiene Industri dan K3 di Perusahaan

Higiene industri atau Industrial Hygiene memiliki kaitan yang kuat dengan alur K3 (Keselamatan & Kesehatan Kerja) di perusahaan.

K3 sendiri merupakan akronim dari Keselamatan & Kesehatan Kerja, yakni seluruh kegiatan yang fungsi utamanya ialah untuk menjamin & melindungi K3 pekerja, berupa upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Segera setelah membaca tulisan ini, tentu akan terlintas di benak Anda, apakah semua perusahaan wajib mengikuti aturan K3 meski bidang kerjanya tidak berkaitan dengan fisik?

higiene industri

Pada dasarnya, setiap pekerja mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan atas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (“K3”). Hal ini tertuang dalam UU Ketenagakerjaan, tepatnya pada pasal 86 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Karenanya, seluruh perusahaan baik penyedia barang maupun jasa yang beroperasi di dalam maupun luar ruangan, wajib mengikuti aturan K3 untuk melindungi dan menunjang produktivitas pekerja.

Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat empat sub disiplin ilmu yang perlu diperhatikan oleh perusahaan, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Occupational Health (Kesehatan Kerja)
  • Safety (Keselamatan)
  • Industrial Hygiene (Kebersihan Kerja)
  • Ergonomic (Ergonomi)

Empat sub disiplin tersebut wajib diperhatikan pelaksanaannya oleh masing-masing perusahaanLantas apa yang dimaksud dengan Industrial Hygiene atau Higiene industri? Artikel ini akan mengulas informasi lengkap tentang higiene industri mulai dari sejarah, tujuan, hingga penerapannya yang dapat dijadikan acuan oleh perusahaan.

Sejarah Higiene Industri dalam Aplikasi K3

Menurut Fundamental of Industrial Hygiene 4th Edition, higiene industri merupakan ilmu yang memaparkan tentang antisipasi, rekognisi, evaluasi, dan pengendalian terhadap berbagai faktor lingkungan di tempat kerja yang dapat memicu kecelakaan kerja atau penyakit. Pemahaman tentang ilmu ini sudah ditemukan sejak periode sebelum masehi.

Masalah yang memicu praktik higiene industri pertama kali dipaparkan pada 370 SM, melalui tulisan dari seorang dokter yang bernama Hippocrates (460-370 SM) tentang salah satu penyakit akibat kerja yakni kasus keracunan timbal atau timah hitam yang dialami pekerja pertambangan dan pengolahan logam. Dokter asal Yunani tersebut menuliskan kasus penyakit yang diobatinya, dan mengidentifikasi bahwa penyakit yang dialami pasiennya dipicu keracunan timbal pada pekerja di pertambangan dan pengolahan logam.

Tulisan tersebut kemudian menjadi pionir dan memicu penelitian dengan kasus penyakit akibat kerja dalam bidang kedokteran kerja (occupational medicine) lainnya. Seiring berjalannya waktu, penelitian tentang penyakit akibat kerja kian berkembang hingga akhirnya pada tahun 1905, di Amerika Serikat, Departemen Kesehatan Massachussetts mengangkat inspektor kesehatan yang ditugasi untuk mengevaluasi bahaya tempat kerja untuk membuat peraturan pemerintah dalam bidang kesehatan kerja.

Meski begitu, higiene industri tidak hanya fokus pada pengukuran kuantitatif kondisi lingkungan kerja, sehingga penerapannya belum maksimal. Kemudian pada tahun 1910, seorang dokter medis asal Amerika, dr. Alice Hamilton melakukan penelitian di beberapa tempat kerja yang dianggap berbahaya. Penelitian tersebut terdiri atas rekognisi penyakit akibat kerja, evaluasi dan menanggulangi penyebab penyakit akibat kerja tersebut. Penelitian Hamilton ini kemudian dianggap sebagai penerapan higiene industri pertama di Amerika Serikat.

Berdasarkan hasil penelitian para ilmuwan higiene industri tersebut dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya, peran utama ahli higiene industri adalah untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan para pekerja dan publik melalui antisipasi, rekognisi, evaluasi dan mengontrol bahaya yang ada di tempat kerja. Sehingga setiap pekerja dapat mengenali bahaya di tempat kerja dan kemudian melakukan langkah proteksi bagi dirinya dan pekerja lain.

Ruang Lingkup Higiene Industri

Sebagaimana disebutkan, higiene industri merupakan ilmu yang mempelajari tentang langkah perlindungan kesehatan dan kesejahteraan para pekerja dan publik. Ruang lingkupnya mencakup langkah antisipasi, rekognisi, evaluasi dan juga pengendalian. Artinya higiene industri tak hanya berfokus pada penanganan kecelakaan kerja atau penyakit, melainkan juga mengidentifikasi penyebab, melakukan pencegahan dan juga evaluasi yang dapat dijadikan catatan untuk kasus serupa di masa depan.

Berikut adalah penjelasan mendalam tentang ruang lingkup higiene industri:

  • Antisipasi

Bahaya kesehatan yang mungkin terjadi di lingkungan kerja sangatlah besar, karenanya perusahaan harus mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin terjadi melalui pandangan ahli higiene industri. Pada langkah ini, ahli higiene industri dapat memprediksi potensi bahaya kesehatan yang mungkin dapat disebabkan lingkungan kerja.

Langkah ini sebaiknya dilaksanakan di tahap awal, baik saat industri dimulai maupun saat industri melakukan perubahan atau transformasi. Karena apabila potensi bahaya terlambat diketahui, kerugian besar untuk menanggulangi masalah tidak akan terelakkan.

  • Rekognisi

Langkah selanjutnya adalah rekognisi potensi bahaya kesehatan, langkah ini memiliki perbedaan yang cukup tipis dengan antisipasi. Adapun untuk melakukan rekognisi Anda perlu mempelajari aplikasi dari fasilitas kerja yang sudah ada seperti karakteristik respon toksik, elemen pajanan atau lainnya. Sehingga rekognisi dapat diartikan sebagai pengenalan bahaya dengan melakukan upaya atau langkah untuk mengetahui dan mengenali potensi bahaya kesehatan yang ada di lingkungan kerja. Hal ini dapat dikenali melalui beberapa metode, antara lain:

higiene industri
  1. Laporan Kecelakaan atau Cidera
  2. Pemeriksaan Kesehatan Fisik
  3. Employee Notification
  4. Required Inspection
  5. Kajian Literatur dan Diskusi dengan Profesional Lain
  6. Walk-Through Inspection
  7. Sampling and Spot Inspection
  8. Pre-liminaty Hazard Analysisi
  9. Review of Process Flow
  10. Fault-Tree Analysisi
  11. Critical Incident Technique
  12. Failure Mode and Effect
  13. Job Safety Analysis
  • Evaluasi

Lingkup berikutnya adalah evaluasi, yakni menguji berdasarkan jumlah, signifikansi, derajat, kondisi atau nilai dari suatu kasus yang bersinggungan dengan higiene industri. Mengumpulkan sampling dan informasi untuk kemudian dianalisis, disintesa, dan juga diuji signifikansinya. Tujuan esensial dari proses ini tak lain adalah untuk menentukan besaran dan pentingnya nilai dari bahaya kesehatan, yang juga disebut dengan tidak adanya kesejahteraan atau absence of well-being.

  •   Pengendalian atau Kontrol

Langkah berikutnya adalah pengendalian, inilah tahap final yang dilakukan oleh ahli higiene industri untuk menyediakan lingkungan kerja yang sehat bagi karyawan.

Penerapan Higiene Industri di Perusahaan

Penerapan atau aplikasi dari pelaksanaan higiene industri didasarkan pada hierarki kontrol yang terdiri atas kontrol teknik (engineering control), penerapan kerja, kontrol administratif, dan juga menggunakan alat pelindung diri. Berikut adalah pemaparan mendalam tentang hierarki kontrol higiene industri di perusahaan:

a. Engineering Control, upaya untuk meminimalisir kecelakaan melalui aspek teknis berupa pengurangan atau pemindahan yang terdiri atas:

  • Mengganti bahan kimia beracun dengan bahan kimia yang tidak berbahaya
  • Menutup proses kerja atau membatasi area operasi
  • Menginstal sistem ventilasi umum maupun lokal yang baik

b. Kontrol Penerapan Kerja, upaya memperbaiki pelaksanaan kerja yang terdiri atas:

  • Mengubah cara kerja yang sudah ada agar mengikuti prosedur yang tepat untuk meminimalkan paparan selama proses produksi dan pengendalian peralatan.
  • Melakukan inspeksi dan pemeliharaan proses serta kontrol peralatan secara rutin.
  • Memberikan pengawasan yang baik.
  • Melarang aktivitas makan, minum, merokok, mengunyah tembakau atau permen karet, serta penggunaan kosmetik di tempat kerja.

c. Kontrol Administratif, upaya memperbaiki jadwal ataupun prosedur kerja yang terdiri atas:

  • Mengendalikan paparan terhadap pekerja dengan membuat jadwal produksi atau tugas yang bisa meminimalkan tingkat paparan. Misalnya, dengan menjadwalkan operasi yang berpotensi menyebabkan paparan tertinggi pada saat jumlah pekerja paling sedikit.
  • Rotasi jadwal pekerja juga dapat menjadi bentuk pengendalian administratif. Pekerja bisa dipindahkan ke lokasi kerja yang berbeda untuk mengurangi efek kumulatif dari bahaya potensial.

d. Alat Pelindung Diri, upaya melindungi diri, solusi sementara yang terdiri atas beberapa jenis, meliputi:

  • Pelindung kulit: sarung tangan, baju kerja dan apron.
  • Pelindung mata: kaca mata keselamatan, goggles, pelindung muka, dan lainnya.
  • Pelindung telinga: plug dan ear muffs.
  • Pelindung pernafasan: respirator penyaring/ penjernih udara (air-purifying respirator), respirator pensuplai udara (air-supplying respirator), self-contained breathing apparatus (SCBA).
  • Pelindung lain: sepatu keselamatan, dan lain-lain.

Tunjang Higiene Industri dan K3 di Perusahaan dengan Portable Antropometri

Metrisis – Portabel Antropometri produksi Solo Abadi Indonesia adalah alat ukur antropometri turunan dari kursi antropometri yang dikemas dalam bentuk portabel, bertujuan agar alat ukur dapat dipindah maupun dibawa kemana saja dengan mudah. Selayaknya sebuah inovasi, antropometri portabel dapat digunakan untuk mengukur hingga lebih dari 100 dimensi tubuh manusia. Alat ini dapat bantu menunjang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan melalui kajian ergonomi dan antropometri.

https://www.youtube.com/watch?v=j73wmUchloA&t=35s

Fungsi alat ini adalah untuk melakukan pengukuran antropometri yang dilakukan dengan hati-hati dan mengedepankan ketepatan data. Instrumen ini menawarkan kemampuan pengukuran hingga 100 pengukuran. Disamping itu, bentuknya yang portable membuat alat ini dapat digunakan tak terbatas waktu dan dan dilakukan dimana saja.

Berikut detail dari produk Antropometri Portable Kit.

Baca Juga : Harga Terbaik, Temukan Alat Penelitian Ergonomis Berkualitas Di Sini!

Kontak Kami Untuk Mendapatkan Produk Antropometri

Dapatkan dan pesan alat ukur antropometri dengan harga terbaik dari Solo Abadi dengan mengisi ask for price yang tersedia. Anda juga dapat terhubung secara langsung melalui WhatsApp, kami siap untuk menghubungi anda segera.

Facebook Comments
Bagikan!
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
👋 Hallo, Ada yang bisa saya bantu?