Pentingnya Penggunaan Antropometri dalam Ilmu Kedokteran

Antropometri merupakan satu hal penting dalam bidang kesehatan termasuk kedokteran. Pengukuran antropometri yaitu pengukuran dimensi tubuh manusia telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu untuk kebutuhan medis saat ini. Sebagian dari kita mungkin menganggap bahwa pengukuran antropometri hanyalah terbatas mengenai tinggi tubuh saja. Akan tetapi, dalam dunia medis dan kedokteran, pengukuran ini memiliki fungsi yang tangible dan tidak terbatas.

Kali ini, kami akan menjelaskan mengenai bagaimana ilmu antropometri di gunakan dalam bidang medis. Namun, kami akan membagi terlebih dahulu penggunaan antropometri di bidang lampau dan penggunaan antropometri di bidang modern saat ini.

Penggunaan Antropometri di Bidang Medis Pada Masa Lampau

Menurut jurnal Anthropometric Measurements Usage in Medical Sciences dari Nevin Utkualp dan Ilker Ercan, antropometri pada bidang kedokteran merupakan sebuah ilmu yang diterapkan sejak ratusan tahun yang lalu. Awalnya, antropometri hanya digunakan untuk kebutuhan seni seperti pembuatan patung, lukisan dan lain sebagainya.

Kemudian, para antropolog beranggapan bahwa sebenarnya, praktik antropometri dapat dihubungkan dengan bidang medis. Salah satunya untuk mempelajari mengenai morfologi tubuh manusia. Morfologi secara umum adalah ilmu yang mempelajari mengenai bentuk dan ukuran tubuh manusia.

Dilansir sebuah situs Biology Dictionary, dikatakan apabila secara khusus, pengukuran antropomorfik melibatkan ukuran tubuh manusia (misalnya tinggi, berat, luas permukaan tubuh), struktur tubuh manusia (misalnya, tinggi duduk vs. berdiri, lebar bahu dan pinggul, panjang lengan / kaki, dan lingkar leher), dan komposisi tubuh manusia (misalnya , persentase lemak tubuh, kadar air, dan massa tubuh tanpa lemak).

Pengukuran antropometri kemudian dimulai Ketika abad-17, seorang ahli anatomi dari Jerman, Johan Sigismund Elsholtz menggunakan istilah antropometri dan menciptakan alat ukur yang dinamakan anthropometron, alat ini yang kemudian dikenal dengan antropometer. Ia berusaha untuk melakukan pengukuran antropometri secara ilmiah untuk tujuan medis.

Johan Sigismund Elsholtz

Salah satu tujuannya adalah untuk melihat bagaimana bentuk tubuh manusia berkaitan dengan kekebalan tubuh dan penyakit yang menyerang tubuh manusia. Johan Elsholtz menuturkan bahwa antropometri tidak hanya bisa digunakan pada bidang seni dan estetika, namun bisa menjadi tolak ukur dan strategi untuk berbagai bidang seperti praktik medis, fisiognomi dan antropologi.

Setelah itu, antropometri semakin berkembang dari waktu ke waktu. Pengukuran tengkorak merupakan pengukuran paling awal yang digunakan untuk penelitian. Karena tengkorak dianggap mampu mewakili tubuh manusia yang akan diteliti. Dengan mengkombinasikan pengukuran antropometri, statistik, medis, dimulailah penelitian medis yang beragam untuk mengukur tubuh manusia.

Penggunaan Antropometri di Bidang Medis Pada Masa Modern

Saat ini, antropometri semakin berkembang luas dan semakin digunakan secara massif di bidang kesehatan dan kedokteran. Saat ini, di Indonesia saja, dibidang kesehatan dan kedokteran, antropometri digunakan sebagai acuan pengukuran untuk meneliti tumbuh kembang anak mulai dari bayi hingga balita. Antropometri menurut peraturan Menteri Kesehatan menjadi sebuah acuan untuk melakukan deteksi stunting pada anak.

Antropometri banyak digunakan untuk menilai bagaimana pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia, baik dalam kandungan maupun selama masa kanak-kanak. Pengukuran antropometri terpenting selama periode ini meliputi lingkar kepala, berat badan, dan panjang / tinggi badan. Pada tahapan analisis selanjutnya, diharapkan antropometri dapat mengidentifikasi malnutrisi yang parah dan / atau kronis pada anak di bawah usia dua tahun, serta potensi kelainan pertumbuhan janin.

Selain itu, di bidang kedokteran, pada beberapa jurusan kedokteran, telah menerapkan antropometri sebagai sebuah mata kuliah yang penting. Antropometri dikaitkan secara erat dengan morfologi tubuh manusia. Pengukuran antropometri dapat digunakan untuk menggambarkan bagaimana bentuk fisik manusia tertentu, yang dikenal sebagai somatotipe.

Ada tiga somatotipe yang kita kenal saat ini yaitu bentuk tubuh endomorph, ectomorph, dan mesomorph. Beberapa hal yang diukur untuk mengklasifikasikan somatotype sendiri adalah tinggi, panjang, dan lebar kepala, Bentuk kepala, dan pengukuran tubuh dalam duduk dan berdiri tegak.

Alat Ukur Antropometri Yang Digunakan di Bidang Kedokteran

Ketika membahas mengenai pengukuran antropometri, maka kurang lengkap jika kita belum membahas mengenai alat ukur yang digunakan dalam bidang kedokteran. Alat-alat ini yang biasanya ada pada laboratorium kedokteran di Indonesia maupun luar negeri.

1. Stadiometer

Stadiometer merupakan alat ukur tubuh manusia paling umum yang digunakan untuk mengukur tinggi tubuh manusia. Alat ini berguna untuk mengukur tubuh manusia secara mudah, dengan menggunakan stadiometer. Stadiometer digunakan rata-rata untuk anak dengan usia lebih dari 5 tahun hingga dewasa. Stadiometer merupakan satu dari sekian alat wajib yang harus dimiliki Laboratorium Kesehatan untuk mengukur dimensi tubuh terutama tinggi tubuh manusia.

2. Infantometer

Jika stadiometer digunakan untuk dewasa, maka pengukuran panjang pada bayi dapat digunakan dengan infantometer. Infantometer digunakan pada bidang kedokteran untuk mengukur panjang bayi. Infantometer pun memiliki jenis dan kualitas yang berbeda-beda, tergantung dengan setiap kebutuhan dari pihak-pihak tersebut.

3. Portable Antropometri Kit

Portable antropometri kit merupakan alat-alat antropometri yang terdiri dari beberapa alat seperti antropometer, sliding caliper, dan small spreading caliper. Alat-alat ini memiliki fungsi dan kegunaan yang sangat lengkap untuk mengukur dimensi tubuh manusia. Selain bisa mengukur dimensi tubuh manusia hingga 100 pengukuran, alat ini juga berbentuk portable sehingga alat ini sangat mudah di bawa ke mana saja sehingga pengukuran dapat dilakukan di mana saja.

4. Kursi Antropometri

Kursi antropometri merupakan alat ukur antropometri berbentuk kursi yang digunakan untuk mengukur 34 dimensi tubuh manusia. Alat ini berbentuk menyerupai kursi yang didesain sedemikian rupa untuk mengukur dimensi tubuh manusia. Kursi antropometri yang ada saat ini hanya ada satu-satunya di dunia.

5. Antropometri Kit SK

Antropometri Kit SK paket merupakan sebuah alat ukur antropometri khususnya untuk anak-anak untuk membantu mendeteksi stunting. Beberapa alat yang digunakan untuk melakukan deteksi stunting adalah timbangan berat badan, stadiometer, infantometer dan pita lingkar lengan dan kepala. Antropometri kit SK merupakan alat ukur khusus anak yang saat ini dianjurkan pemerintah untuk menangani problematika stunting di Indonesia.

Bagaimana cara Untuk Mendapatkan Alat Antropometri untuk Bidang Kedokteran?

Selain memberikan informasi-informasi terkini mengenai ilmu antropometri di berbagai bidang, kami juga merupakan produsen alat antropometri pertama di Indonesia. Saat ini kami telah membantu banyak klien kami yang berasal dari berbagai jurusan termasuk kesehatan untuk mengetahui mengenai informasi tentang antropometri yang mereka butuhkan.

Apabila anda tertarik untuk berbelanja produk kami, anda dapat menghubungi kami diberbagai kanal seperti contant us, maupun dari WhatsApp Official Solo Abadi. Anda juga dapat mengkonsultasikan produk-produk antropometri yang kami miliki, maupun berkonsultasi mengenai kebutuhan anda secara langsung kepada kami. Karena jangan khawatir, kami akan berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk anda. Baca lebih lanjut mengenai penerapan antropometeri diberbagai bidang dengan menelusuri website resmi kami lebih dalam.

Facebook Comments
Bagikan!