Dalam upaya menurunkan angka stunting di Indonesia, pemerintah mengahdirkan dua program penting yang sering di berbagai wilayah, yaitu MBG dan CKG. MBG (Makan Bergizi Gratis) dan CGK (Cegah Kurnag Gizi) sama-sama mendukung peningkatan kesehatan anak, namun keduanya memiliki sasarna tujuan, dan mekanisme pelaksanaayang berbeda.
Baca Juga: Apa Dampak Program MBG untuk Anak Sekolah? Cek Hasil Surveinya di Sini!
Apa Itu Program MBG?
MBG atau Makan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah yang memberikan makanan bergizi secara berkala kepada anak sekolah. Fokus utamanya adalah memastikan siswa mendapatkan asupan nutrisi cukup selama masa belajar.
Program ini membantu:
- Mengurangi risiko anak kekurangan energi dan protein
- Meningkatkan konsentrasi belajar
- Membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini
Namun, pemberian makanan saja tidak cukup. Perlu ada pemantauan gizi agar hasilnya benar-benar terbuat, misalnya pengukuran berat badana, tinggi badan, hingga status gizi anak secara berkala.
Apa itu Program CKG?
CKG atau Cegah Kurang Gizi fokus pada intervensi untuk anak usia dini dan balita. Program ini mencakup:
- Pemeriksaan status gizi secara rutin
- Edukasi pola makan orang tua
- Pemberian makanan tambahan sesuai kebutuhan gizi
- Intervensi dini untuk anak berisiko stunting
CKG lebih menyasar pencegahan sejak dini, sehingga sangat bergantung pada alat ukur antropometri yang akurat untuk mendeteksi masalah gizi lebih cepat.
Perbedaan MBG dan CKG
| Aspek | MBG | CKG |
|---|---|---|
| Sasaran | Anak sekolah | Balita & anak usia dini |
| Fokus | Pemberian makanan bergizi gratis | Pencegahan dan deteksi dini kurang gizi |
| Intervensi utama | Makanan siap konsumsi | Pemeriksaan, edukasi, intervensi gizi |
| Kebutuhan alat ukur | Tetap diperlukan untuk memantau hasil | Sangat penting untuk deteksi dini |
Keduanya berperan penting dan saling melengkapi: MBG memperkuat asupan, CKG memastikan status gizi terpantau dan terkontrol.
Meski fokus keduanya berbeda, baik MBG maupun CKG tetap membutuhkan data status gizi yang akurat untuk memastikan program berjalan efektif. Tanpa alat ukur yang tepat, hasil pemantauan bisa keliru dan intervensi menjadi tidak optimal.
Karena itu, instansi pelaksanaan baik sekolah, puskesmas, posyandu maupun kader lapangan, perlu menggunakan alat antropometri yang sesuai standar kemenkes. PT Solo Abadi Indonesia, sebagai produsen resmi Antropometri Kit, menyediakan berbagai alat ukur presisi yang mendukung pemantauan gizi pada kedua program tersebut.
Baca Juga: Evaluasi MBG, Cara Mengukur Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis!
Pemantauan Gizi Wajib Gunakan Alat Ukur Berstandar!
Baik MBG maupun CKG tidak akan maksimal tanpa alat ukur yang akurat, karena semua keputusan gizi bergantung pada data tinggi badan, berat badan, dan indikator lainnya.
Dengan tersedianya 2 alat ini dapat mendukung program MBG dalam pemantauan gizi anak di Indonesia.
- Alat ukur yang telah berstandar kemenkes
- Dilengkapi sertifikat TKDN dan AKD resmi
- Terbuat dari material ABS
- Telah digunakan lebih dari 1000 Posyandu di Seluruh Indonesia
- Dipercaya berbagai instansi, Posyandu, Rumah sakit, Klinik hingga sekolah
Dukung Program MBG dengan Satu Paket dari PT Solo Abadi Indonesia
Dengan gunakan alat ukur resmi dari PT Solo Abadi Indonesia, pelaksanaan program MBG akan jauh lebih terarah dan mudah dievaluasi. Anda dapat memperoleh satu paket alat ukur yang akurat, tersersertifikasi, serta siap digunakan di sekolah, posyandu, maupun fasilitas kesehatan.

Segera hubungi kami untuk konsultasi kebutuhan dan pemesanan paket lengkap MBG. dapatkan penawaran terbaik dan pastikan pemantauan gizi di wilayah Anda berjalan lebih efektif dan terpercaya.
Hubungi kami melalui WhatsApp, dapatkan penawarna harga terbaik dari tim kami. Kunjungi website resmi kami di www.soloabadi.com



