Pelaksanaan program kesehatan dan gizi di Indonesia terus mengalami pembaruan, termasuk melalui Petunjuk Teknis atau sering disebut Juknis SPPG terbaru tahun 2026. Juknis ini menjadi acuan penting bagi instansi kesehatan, fasilitas layanan publik, hingga pelaksana program di lapangan agar kegiatan berjalan sesuai standar, terukur dan dapat dipertangungjawabkan.
Dalam artikel ini, PT Solo Abadi Indonesia akan membahas secara ringkas dan mudah dipahami mengenai Juknis SPPG 2026, mulai dari pengertian, tujuan, ketentuan umum, hingga kaitannya dengan penggunaan alat ukur kesehatan seperti stadiometer dan timbangan digital dewasa.
Baca Juga: 10 Menu MBG Unik Penunjang Pertumbuhan Anak Tahun 2026
Apa Itu Juknis SPPG?

Juknis SPPG merupakan panduan teknis yang mengatur tata cara pelaksanaan kegiatan pengukuran dan pemantauan status gizi masyarakat. Juknis ini biasanya digunakan sebagai pedoman oleh:
- Puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan
- Posyandu dan kader kesehatan
- Dinas Kesehatan daerah
- Lembaga pendidikan dan institusi pendukung program gizi
Dengan adanya pembaruan Juknis SPPG 2026, diharapkan seluruh proses pengukuran dara kesehatan dapat dilakukan secara seragam, akurat, dan sesuai standar nasional.
Baca Juga: Apa Dampak Program MBG untuk Anak Sekolah? Cek Hasil Surveinya di Sini!
Tujuan Diterbitkannya Juknis SPPG Terbaru 2026
Pembaruan Juknis SPPG bertujuan untuk:
- Menyeragamkan metode pengukuran status gizi dan kesehatan
- Meneingkatkan akurasi data tinggi dan berat badan
- Mendukung program pencegahan stunting dan masalah gizi lainnya
- Memastikan penggunaan alat kesehatan yang sesuai standar
- Mempermudah pelaporan dan evaluasi program
Pengukuran yang tepat hanya dapat dilakukan apabila alat kesehatan yang digunakan memenuhi spesifikasi dan fungsi yang dianjurkan.
Ketentuan Umum dalam Pelaksanaan Juknis SPPG 2026
Secara umum, pelaksanaan Juknis SPPG 2026 menekankan beberapa aspek penting, antara lain:
- Standar Pengukuran Antropometri
Pengukuran tinggi dan berat badan harus dilakukan dengan prosedur yang benar menggunakan alat yang sesuai dan terkalibrasi. - Kesiapan Sarana dan Prasarana
Setiap lokasi pelaksanaan diwajibkan menyiapkan alat ukur yang memadai, mudah digunakan, serta aman bagi pengguna. - Kompetensi Petugas
Petugas pengukuran perlu memahami car aoenggunaan alat agar hasil pengukuran tidak bias. - Konsisten Pencatatan Data
Data hasil pengukuran harus dicatat secara konsisten untuk mendukung pemantauan jangka panjang.
Baca Juga: Berapa Gaji Petugas MBG? Ini Dia Bocoran Lengkapnya!
Peran Stadiometer dalam Juknis SPPG 2026
Stadiometer menjadi salah satu alat utama dalam pelaksanaan Juknis SPPG, khususnya untuk pengukuran tinggi badan remaja dan dewasa. Alat ini dirancang untuk memberikan hasil ukur yang lebih presisi dibandingkan alat ukur meteran biasa.

Keunggulan stadiometer yang sesuai standar:
- Skala ukur jelas dan mudah dibaca
- Konstruksi kokoh dan stabil
- Mudah digunakan oleh petugas
- Cocok untuk penggunaan di fasilitas kesehatan maupun lapangan
Penggunaan Stadiometer yang tepat akan sangat membantu dalam memperoleh data tinggi badan yang akurat dan konsisten.
Fungsi Timbangan Digital Dewasa dalam Pelaksanaan SPPG
Selain tinggi badan, berat badan merupakan indikator penting dalam penilaian status gizi. Oleh karena itu, timbangan digital dewasa menjadi alat wajib dalam pelaksanaan Juknis SPPG 2026.

Manfaat penggunaan timbangan digital dewasa:
- Hasil ukur lebih akurat dan cepat
- Tampilan digital memudahkan pembacaan data
- Kapasitas beban sesuai standar dewasa
- Cocok untuk penggunaan rutin di berbagai instansi
Dengan kombinasi stadiometer dan timbangan digital, penghitungan indikator seperti IMT dapat dilakukan dengan lebih optimal.
Baca Juga: MBG dan CKG, Apa Perbedaan Kedua Program Pemerintah Ini?
Solusi Alat Ukur Kesehatan dari PT Solo Abadi Indonesia

Sebagai penyedia produk alat kesehatan, PT Solo Abadi Indonesia menghadirkan berbagai pilihan stadiometer dan timbangan digital dewasa yang dirancang untuk mendukung pelaksanaan program sesuai Juknis SPPG terbaru.
Produk PT Solo Abadi Indonesia cocok digunakan untuk:
- Puskesmas dan rumah sakit
- Posyandu dan program lapangan
- Sekolah dan institusi pendidikan
- Kegiatan monitoring kesehatan rutin
Dengan desain fungsional dan kualitas terjaga, produk Antropometri kit-Metrisis kini dapat membantu pelaksanaan pengukuran menjadi lebih praktis dan akurat.
PT Solo Abadi Indonesia siap menjadi mitra penyedia alat kesehatan yang mendukung kelancaran program Anda, dengan satu paket khusus program MBG kini kebutuhan Program Pemerintah dapat berjalan dengan lancar dan profesional di lapangan.
Ingin memastikan alat ukur kesehatan Anda sesuai kebutuhan program MBG? Konsultasikan kebutuhan stadiometer dan timbangan digital dewasa bersama PT Solo Abadi Indonesia sekarang juga melalui WhatsApp.