Program MBG menjadi salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan. Seiring dengan Pelaksanaannya di berbagai daerah, muncul pertanyaan yang mungkin cupuk ditanyakan yaitu “Berapa gaji petugas MBG?”
Artikel ini akan membahas bocoran kisaran gaji prtugas MBG sekaligus peran penting mereka dalam mendukung keberhasilan program.
Sekilas Tentang Program MBG (Makan Bergizi Gratis)
MBG merupakan program pemerintah yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi seimbang. Program ini tidak hanya tentang distribusi makanan, tetapi juga mencakup pemantauan status gizi, edukasi kesehatan, serta pencatatan data Antropometri yang akurat.

Dalam Pelaksanaannya, program MBG melibatkan berbagai tenaga lapangan dengan tugas yang berbeda-beda.
Baca Juga: Survei MBG BPS: Indikator, Sasaran, dan Mekanisme Pelaksanannya!
Siapa Saja yang Termasukk Petugas MBG?
- Petugas distribusi dan logistik
- Tenaga pengolah atau penyaji makanan
- Petugas pendataan dan administrasi
- Tenaga Kesehatan atau petugas pengukuran gizi
- Koordinator lapangan
Setiap peran memiliki tanggung jawab penting, terutama dalam menjaga kualitas layanan dan akurasi data gizi penerima manfaat.
Berapa Gaji Petugas MBG?
Hingga saat ini, belum ada nominal besaran gaji petugas MBG belum ditetapkan secara tunggal dan nasional, karena disesuaikan dengan kebijakan daerah, anggaran pelaksana, serta jenis tugas opoetugas tersbut.
Namun, berdasarkan beberapa bocoran dan praktik lapangan, kisaran gaji petugas MBG umumnya berada di angka
- Rp 2.000.000 – Rp 4.000.000 per bulan untuk petugas lapangan dan administrasi
- Bisa lebih tinggi untuk tenaga dengan tanggung jawab teknis khusus atau koordinator
- Sistem honor harian atau kontrak juga ditetapkan di beberapa wilayah
Besaaaran ini dapat berbeda tergantung wilayah, durasi kerja, dan beban tugas masing-masing petugas.
Tugas Penting Petugas MBG: Bukan Sekadar Distribusi Makanan
Salah satu tugas krusial petugas MBG adalah pemantauan status gizi, yang dilakukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan secara rutin.
Data pengukuran inilah yang menjadi dasar:
- Evaluasi efektivitas program MBG
- Deteksi dini risiko stunting dan gizi kurang
- Penyusunan kebijakan lanjutan berbasis data
Karena itu, pengukuran harus dilakukan dengan alat yang presisi dan sesuai standar.
Baca Juga: Apa Itu Surveilans Gizi? Ini Penjelasan Lengkap dan Manfaatnya!
Peran Alat Ukur Antropometri dalam Program MBG
Agar data gizi akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, petugas MBG membutuhkan alat ukur yang tepat, seperti:


Sebagai perusahaan yang berpengalaman dan mendukung penuh program pemerintah terkait tumbuh kembang anak, PT Solo Abadi Indonesia menyediakan paket alat Antropometri yang telah memenuhi standar kemenkes.
- Memiliki skala jelas dan mudah dibaca
- Dirancang kokoh untuk penggunaan lapangan
- Desain yang portable cocok untuk kegiatan survei gizi, posyandu, sekolah dan program MBG
- Membantu petugas bekerja lebih cepat dan akuratr
Dengan alat ukur yang tepat, pekerjaan petugas MBG menjadi lebih efisien dan hasil data lebih valid. Penggunaan stadiometer dan timbangan digital yang berkualitas menjadi salah satu faktor pendukung utama agar program MBG berjalan optimal.
Jika instansi atau pelaksana program MBG membutuhkan stadiometer dan timbangan digital yang akurat dan standar kemenkes, PT Solo Abadi Indonesia siap menjadi mitra penyedia peralatan Antropometri terpercaya.
Hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi produk dan penawaran terbaik dari tim kami. Kunjungi website kami untuk ketahui lebih lanjut terkait dukungan program MBG.