Pengaplikasian Ilmu Antropometri dalam Perancangan Meja Pengelasan

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas Aspek Antropometri yang Diperhitungkan Dalam Perancangan Model Kursi Roda Untuk Lansia. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pengaplikasian ilmu antropometri dalam perancangan meja pengelasan.

Apa itu pengelasan?

Pengelasan merupakan salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam melalui pemanasan. Pada dasarnya pengelasan menggunakan proses difusi, sehingga terjadi penyatuan bagian bahan yang akan disambung. Pengelasan saat ini menjadi salah satu kegiatan yang sangat dibutuhkan, karena sebagian besar industri memakai las sebagai proses penyambungan logam dalam proses perakitan atau assembling.

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas Aspek Antropometri yang Diperhitungkan Dalam Perancangan Model Kursi Roda Untuk Lansia. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pengaplikasian ilmu antropometri dalam perancangan meja pengelasan.

Apakah Anda sudah tahu macam-macam jenis pengelasan?

Pengelasan dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

  1. Shielded Metal Arc Welding (SMAW)
  2. Gas Metal Arc Welding (GMAW)
  3. Gas Tungsten Arc Welding (GTAW)
  4. Submerged Arc Welding (SAW)
  5. Flux-Cored Arc Welding (FCAW)

Dari jenis-jenis pengelasan tentunya digunakan berdasarkan kebutuhan dan jenis bahan logam yang ingin dilas atau ditentukan berdasarkan kekuatan konstruksi. Pada umumnya pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dan Gas Metal Arc Welding (GMAW) adalah jenis pengelasan yang paling banyak digunakan.

Pada beberapa proses pengerjaan las, dalam proses pengelasan biasanya seorang welder (pengelas) memerlukan meja kerja. Meja kerja tersebut berguna untuk memudahkan proses kerja pengelasan.

Contohnya pada pengelasan yang menggunakan busur yaitu Shielded Metal Arc Welding (SMAW) atau las busur listrik. Pengerjaan las ini memiliki macam-macam jenis posisi kerja dari mulai posisi di bawah tangan (downhand ), posisi mendatar(horizontal ), posisi vertikal, dan posisi diatas kepala (overhead).

Pentingnya Menerapkan Ilmu Antropometri dalam Perancangan Meja Pengelasan

Beban kerja yang berat, perancangan alat yang tidak ergonomis, serta postur kerja yang buruk dapat menyebabkan risiko terjadinya Musculoskeletal Disorder (MSDs) dan kelelahan dini (Sarmauly, 2009). Musculoskeletal Disorder (MSDs) adalah gangguan dalam struktur tubuh, seperti otot, sendi, tendon, ligamen, saraf atau sistem sirkulasi darah, yang disebabkan oleh kinerja kerja dan disebabkan oleh lingkungan pekerjaan tersebut (Podniece, 2007).

Rancangan meja pengelasan yang tidak memerhatikan aspek ergonomis berdasarkan kajian ilmu antropometri akan merugikan penggunanya. Mulai dari mudah sakit pada jaringan otot dan terhambatnya sirkulasi darah, apalagi jika pada kerja pengelasan yang menghabiskan waktu cukup lama.

Ukuran Bagian Tubuh yang Diperhatikan Dalam Merancang Meja Pengelasan

Pengukuran antropometri dilakukan dengan mengukur bagian tubuh yang diperlukan untuk merancang meja yaitu, tinggi siku berdiri (TSB), panjang siku (PS), jangkauan tangan (JT), panjang lengan atas (PLA), berikut cara mengukur bagian- bagian tubuh tersebut (Sritomo Wignjosoebroto, 2000):

  1. Tinggi siku berdiri (TSB), tinggi siku dalam posisi berdiri tegak
  2. Panjang siku (Ps), panjang siku yang diukur dari siku sampai dengan ujung jari-jari dalam posisi tegak lurus
  3. Jangkauan tangan (Jt), jarak jangkauan tangan yang terjulur ke depan diukur dari bahu sampai ujung jari tangan.
  4. Panjang lengan atas (Pla), panjang dari siku tangan sampai bahu.

Posisi pengelasan yang kurang baik karena meja pengelasan yang kurang ergonomis.

Meja pengelasan ergonomis
Meja pengelasan tidak ergonomis

Meja pengelasan yang yang terlalu rendah ketinggiannya akan menyebabkan welder cepat mengalami kelelahan karena badan harus lebih membungkuk. Berbeda dengan meja yang ergonomis, ketinggian meja pengelasan yang pas dengan welder maka resiko cepat lelah akan berkurang. Faktor kelelahan akibat posisi tubuh yang kurang baik juga akan memengaruhi hasil pekerjaan.

Alat Yang Digunakan Untuk Mengukur Antropometri dalam Pembuatan Meja

1. Kursi Antropometri

Kursi Antropometri merupakan sebuah alat bantu dalam mengukur 34 Dimensi Tubuh Manusia. Alat ini memudahkan kita untuk melakukan pengukuran yang menuntut kepresisian tinggi pada ukuran tubuh. Alat bantu ukur tubuh ini dapat digunakan dalam tiga bagian, yaitu: posisi berdiri, posisi duduk, dan pengukuran area wajah.

Beberapa jenis pengukuran tubuh yang dilaukan menggunakan Kursi Antropometri dalam perancangan meja pengelasan :

Pengkuran tinggi siku berdiri (TSB) menggunakan Kursi Antropometri
Pengkauan jangkauan tangan (Jt) menggunakan Kursi Antropometri
Panjang Rentang Tangan

2. Metrisis Anthropometry Portable

Portable Antropometri Kit merupakan alat ukur antropometri yang digunakan untuk pengukuran tubuh manusia.

Fungsi alat ini adalah untuk melakukan pengukuran antropometri yang dilakukan dengan hati-hati dan mengedepankan ketepatan data. Instrumen ini menawarkan kemampuan pengukuran hingga 100 pengukuran. Disamping itu, bentuknya yang portable membuat alat ini dapat digunakan tak terbatas  waktu dan dan dilakukan dimana saja.

Bagaimana cara mendapatkan produk-produk di atas?

Untuk Anda yang saat ini sedang membutuhkan produk sebagai penunjang pekerjaan mengukur tubuh, Anda bisa menggunakan produk diatas, yaitu Kursi Antropometri dan Anthopometry Portable dari Solo Abadi.

Anda juga dapat mengunjungi website kami di www.soloabadi.com atau bisa juga datang ke workshop kami yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Anda bisa juga kunjungi media soasial Instagram kami di @soloabadi atau bisa juga hubungi kami jika ada pertanyaan melalui WhatsApp. Kami siap melayani sepenuh hati dan memberikan penawaran terbaik untuk Anda.

Facebook Comments
Bagikan!