Jenis dan Ukuran Kertas Label Farmasi yang Paling Banyak Digunakan!

Pelabelan dalam industri farmasi memiliki peran yang sangat penting, yang memastikan keamnaan, kejelasan informasi, dan kepatuhan terhadap regulasi. Melalui label, tenaga medis maupun pasien dapat mengenali isi obat, dosis, cara pemakaian, hingga tanggal kadaluarsa dengan mudah. Karena itu, pemilihan jenis dan ukuran kertas label farmasi tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap bahan memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari ketahanan terhadap lembab, kejelasan cetak, hingga daya rekatnya pada berbagai jenis kemasan. Artikel ini akan membahas berbagai jenis kemasan.

Artikel ini akan membahas berbagai jenis dan ukuran label farmasi yang paling umum digunakan di apotek, rumah sakit, dan industri obat, sekaligus memberikan rekomendasi solusi alat dari PT Solo Abadi Indonesia

Berikut Jenis dan Ukuran Kertas Label Farmasi

Standar ukuran kertas label farmasi obat
  1. Label Stiker
    • Kertas telah dilengkapi perekat, sehingga cukup ditempel di kemasan atau botol obat
    • Sangat cocok untuk paket obat, vial, blister, botol sirup, dll
    • Contoh produk: “Stiker Obat Farmasi 8x5cm/ Label Barcode 80×50 mm” yang banyak tersedia di marketplace.
  2. Kertas semicoated
    • Permukaan sedikit glossy atau setengah glossy agar tampilan cetakan lebih baik (misal: barcode, logo, instruksi kecil)
    • Banyak digunakan untuk label farmasis yang membutuhkan tampilan profesional dan tahan sedikit lembab
  3. Kertas Khusus medis/farmasi
    • Terkadang menggunakan bahan tahan lembab/kondensasi, tahan sobek atau mampu menahan pencetakan termal transfer atau inkjet dengan kualitas tinggi.
    • Digunakan untuk label vial, ampu, kemasan besar yang harus memenuhi regulasi.
  4. Kertas Plain untuk Label Instruksi
    • Digunakan sebagai etiket tambahan atauintruksi pasca penjualan, buka lagsung ke konsumen. Misalnya etiket “Sebelum Makan”, “Setelah Makan”, atau informasi penggunaan.

Dengan mengenali jenis-jenis bahan tersebut, pihak apotek, rumah sakit, industri farmasi atau distibutor dapat memilih jenis label yang paling sesuai dengan kebutuhan kemasan dan proses mereka.

Ukuran Keras yang Paling Banyak Digunakan

Ukuran label sangat bergantung pada kemasan obat (botol, blister, strip, sachet), metode cetak, dan printer yang digunakan. Berikut beberapa ukuran umum yang sering muncul di praktek:

  • 80 × 50 mm (8 × 5 cm) — sangat umum untuk stiker obat farmasi berbentuk botol/barcode.
  • 70 × 40 mm / 65 × 40 mm / 50 × 40 mm — ukuran yang tercantum dalam sistem cetak label obat oleh sistem klinik.
  • 6 × 5 cm (untuk etiket obat syrup atau drop) — disebut dalam salah satu lampiran panduan etiket obat.
  • 5 × 3 cm atau bahkan ukuran bulat (diameter 3 cm) untuk label khusus “High Alert” atau warning label.

Tips Memilih Ukuran

  1. Pilih Ukuran yang sesuai dengan tempat penempelannya (kotak obat, botol, vial, kantong).
  2. Pastikan printer / mesin cetak yang digunakan kompatibel dengan ukuran tersebut ( Roll Size, core size, gap, margin).
  3. Pastikan ukuran cukup mencakup semua informasi wajib (nama obat, dosis, batch, tanggal kadaluarsa, instruksi).
  4. Pertimbangkan ruang kosong di kemasan, jangan terlalu besar sehingga menutup elemen lain, atau terlalu kecil sehingga sulit dibaca.
  5. Pertimangkan estetika dan regulasi: label harus jelas terbaca, tahan kondisi penyimpanan (misalnya lembab, dingin, panas).

Optimalkan Proses Pelabelan Farmasi dengan Mesin Light Feeder

Seiring meningkatnya kebutuhan produksi dan distribusi obat, efisiensi dalam proses pelabelan menjadi semakin krusial. Tidak cukup hanya memilih jenis dan ukuran label yang tepat, proses percetakan dan penempelannya juga harus cepat, akurat, dan konsisten agar tidak menghambat jalur produksi. Di sinilah peran teknologi modern seperti Mesin Light Feeder dari PT Solo Abadi Indonesia menjadi solusi unggulan.

Mesin ini dirancang untuk mendukung proses feeding atau pengumpanan label dan kemasan secara otomatis, sehingga dapat meningkatkan produktivitas di lini farmasi tanpa mengorbankan presisi. Dengan adanya mesin feeder tersebut pengerjaan di lini produksi dapat dikerjakan lebih cepat dan efisien.

Keuntungan menggunakan Mesin Feeder dari PT Solo Abadi Indonesia

  1. Meningkatkan dan menghemat kinerja produksi
  2. Proses pengumpanan bahan berjalan dengan presisi dan meminimalkan kesalahan
  3. Desain yang sedarhana, dan pemeliharaan mesin yang mudah
  4. Dapat disesuaikan dengan berbagai ukuran dan jenis produk, dan dapat diubungkan dengean mesin lain
  5. Terbuat dari bahan stainless steel, lebih kuat, tahan lama, dan tidak mudah rusak
  6. Dilengkapi fitur-fitur penting seperti speed control untuk mengatur kecepatan, emergency stop untuk keamanan, dan fitur countering untuk menghitung jumlah produk. 

Solusi Tepat untuk Efisiensi Produksi Industri Farmasi

Mesin Light Feeder ini telah banyak digunakan di berbagai industri seperti, industi farmasi, industri makanan, industri kosmetik dan kecantikan, industri retail dan industri percetaka. Tentunya, mesin ini menjadi inventasi yang bermanfaat di setiap perusahaan. Dengan teknologi lokal yang telah diuji dan dukugan layanan purna jual yang profesional, mesin ini mampu mempercepat proses produksi tanpa mengorbankan akurasi.

PT Solo Abadi Indonesia berkomitmen menghadirkan solusi manufaktur terbaik bagi dunia kesehatan dan industri pendukungnya. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan penawaran harga spesial serta konsultasi langsung mengenai kebutuhan mesin Light Feeder yang sesuai dengan lini produksi Anda. WhatsApp +62 851-0088-8111 .

Facebook Comments
Bagikan!
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
👋 Hallo, Ada yang bisa saya bantu?