Banyak relawan yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai bertanya tentang gaji relawan MBG jika suatu saat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pertanyaan ini makin relevan setelah pemerintah mulai merancang penguatan kelembagaan MBG dengan mengangkat sebagian pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi ASN berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai Februari 2026.
Namun penting dipahami: status relawan MBG tidak otomatis berubah menjadi ASN, meskipun mereka memiliki peran penting dalam operasional program.
Status Relawan MBG dan ASN

Menurut penjelasan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN), relawan MBG memiliki peran krusial dalam mendukung pelaksanaan program di lapangan, tetapi secara regulasi tidak termasuk dalam kategori pegawai yang akan diangkat menjadi ASN PPPK. Skema pengangkatan ASN tersebut hanya berlaku untuk pegawai inti SPPG dengan fungsi teknis dan administratif strategis, seperti:
- Kepala SPPG
- Ahli gizi
- Akuntan atau petugas teknis tertentu
Artinya, meskipun relawan MBG memiliki kontribusi besar, status kerja mereka tetap bersifat non-ASN, dan pemberian gaji atau kompensasi lain bergantung pada kebijakan lokal maupun mekanisme kontrak yang digunakan masing-masing SPPG atau instansi setempat.
Bagaimana Dengan Gaji Pegawai yang Jadi ASN?
Bagi pegawai inti SPPG yang lolos seleksi dan diangkat menjadi ASN PPPK, gaji mereka mengikuti ketentuan gaji ASN PPPK yang berlaku di Indonesia. Regulasi gaji PPPK mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2024, yang menetapkan gaji pokok pegawai PPPK berdasarkan golongan dan masa kerja.
Secara umum, gaji PPPK berkisar antara puluhan Rp1,9 juta hingga lebih dari Rp4 juta per bulan, tergantung pada golongan jabatan dan pengalaman kerja pegawai.
Catatan penting: angka tersebut adalah gaji pokok, belum termasuk tunjangan lain seperti tunjangan jabatan, tunjangan keluarga, atau tunjangan kinerja yang bisa berbeda antara instansi satu dengan lainnya.
Kenapa Ada Perbedaan Antara Gaji Relawan MBG dan ASN?
Perbedaan antara status relawan MBG dan ASN PPPK terutama berakar pada:
- Regulasi ASN yang hanya memberi ruang bagi pegawai formal melalui seleksi administrasi dan teknik, bukan otomatis kepada relawan
- Struktur kepegawaian negara yang mengatur hak dan kewajiban ASN termasuk gaji, tunjangan, serta manfaat sosial lainnya
- Relawan sering bekerja berdasarkan kontrak sosial atau sukarela, bukan status pegawai pemerintahan formal
Oleh karena itu, sebelum ada perubahan kebijakan resmi yang memperluas skema ASN untuk relawan, gaji relawan MBG tetap bergantung pada kebijakan lokal atau kontrak kerja non-ASN yang biasanya berbeda dengan gaji ASN.
Tingkatkan Keterampilan untuk Tingkatkan Gaji Relawan MBG
Bagi relawan atau pekerja di ekosistem MBG yang ingin meningkatkan peluang karier dan pendapatan—baik sebagai ASN maupun profesional di sektor kesehatan/gizi—pengetahuan gizi dan keterampilan teknis adalah aset penting.
Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi adalah memahami data antropometri dan status gizi peserta program MBG. Keahlian ini sangat berguna, baik untuk karier di pemerintahan maupun kesempatan kerja di sektor swasta atau lembaga masyarakat.
Mendukung Standar Gizi dengan Alat Ukur Profesional



Untuk membantu relawan, tenaga kesehatan, atau pengelola program gizi dalam melakukan pemantauan gizi secara akurat, penggunaan alat yang tepat sangat penting. Metrisis dari PT Solo Abadi Indonesia menyediakan alat ukur antropometri yang membantu mengukur status gizi dan pertumbuhan yang berbasis data, seperti:
- Skinfold Caliper
- Stunting Kit
- Alat ukur tinggi & berat badan standar kesehatan
Gunakan produk Metrisis untuk mengukur status gizi peserta MBG secara akurat dan profesional. Alat ini membantu memperkuat kompetensi di lapangan dan mendukung keputusan berbasis data yang lebih baik.
Alat Ukur Antropometri Metrisis untuk Evaluasi Program MBG

Sebagai perusaaan manufaktur di kota Surakarta/Solo, Jawa Tengah, Solo Abadi merupakan produsen alat ukur antropometri terbesar di Indonesia yang mendukung pengiriman produk hingga ke skala global.
Metrisis memiliki berbagai alat ukur yang bisa digunakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tersedia stadiometer (pengukur tinggi badan), timbangan badan digital, dan lingkar lengan atas dan kepala (LILA) yang memiliki keunggulan:
- Sesuai standar antropometri dari Kemenkes.
- Bersertifikat TKDN dan AKD.
- Terbuat dari kualitas dan material terbaik.
- Desain ergonomis dan portable.
- Garansi hingga 2 tahun.
- Telah digunakan 1000+ instansi kesehatan di Indonesia.
- Tersedia di E-Katalog.
Dapatkan paket alat ukur untuk program MBG ini dengan menghubungi Admin kami melalui WhatsApp. Tersedia juga di E-Catalog pemerintah. Atau Anda juga bisa mengisi tautan ASK FOR PRICE untuk menanyakan harga dan biaya ongkir. Selalu dapatkan informasi terbaru di www.soloabadi.com.

