Memaksimalkan Lingkup Terbatas dengan Minimalis nan Ergonomi

Seiring berjalannya waktu, ketersediaan lahan yang luas untuk dijadikan hunian rumah semakin sulit. Meskipun masih bisa ditemui di satu atau dua tempat, akan tetapi harganya sudah pasti akan sangat tinggi. Banyaknya permintaan namun kurangnya ketersediaan, mengharuskan tiap orang memikirkan jalan keluarnya.

Penerapan minimalis yang menerapkan nilai ergonomi merupakan salah satu jawabannya. Dalam dunia arsitektur, pengertian kata minimalis yaitu metode merancang yang estetika dan fungsionalitasnya terpenuhi dengan elemen yang paling mendasar dan esensial. Jadi, keperluan yang diperlukan tiap individu dapat diakomodasi dengan sederhana tanpa mengurangi nilai estetikanya.

Rumah minimalis (Sumber : flickr)

Sejarah Penerapan Minimalis dalam Arsitektur

Penerapan minimalis sendiri sudah menjadi tren pada awal abad ke 19. Pada saat itu, minimalis sendiri menjadi pergerakan yang penting karena memiliki gebrakan melawan gaya arsitektur yang sudah lama menjamur; menggunakan unsur dekorasi dan ornamen.

Tren tersebut menguat kembali di London dan New York di akhir 1980-an. Para arsitek dan perancang busana menggunakan konsep kesederhanaan (simplicity) dengan menggunakan elemen putih, pencahayaan yang terkesan dingin, ruang yang besar tetapi objek dan furniturnya minimum.

Di Indonesia pun konsep minimalis sudah diaplikasikan sejak dulu. Masyarakat menggunakan kayu sebagai bahan dasar dalam pembuatan rumah-rumah tradisional karena kayu banyak ditemukan di sekitar mereka. Hal tersebut sudah termasuk menerapkan konsep minimalis karena mereka tidak perlu mendatangkan material dari luar daerah/ pulau mereka tinggal.

Pergeseran Makna Minimalis

Pada awalnya, penerapan arsitektur minimalis memiliki makna yang berupa pembangunan sebuah bangunan/ rumah yang menggunakan bahan seadanya, harga yang tidak terlalu mahal namun menghasilkan bentuk bangunan yang indah dan layak ditempati.

Seiring berkembangnya zaman, makna tersebut memiliki pergeseran. Bangunan/ rumah yang menerapkan minimalis modern memiliki makna seperti bentuk bangunan yang didesain unik, rapi, bersih tanpa banyak ornamen, sangat preisi dan terkadang menggunakan warna yang berani agar tampak menarik.

Penerapan Minimalis nan Ergonomi

Namun, faktor yang paling penting dalam penerapan minimalis dalam arsitektur yaitu menerapkan ilmu ergonomi. Ergonomi memiliki pernanan penting dalam memaksimalkan furnitur ataupun dalam peletakan perabotan.

Salah satu contoh memaksimalkan minimalis nan ergonomis dalam peletakan furnitur di ruang lingkup yang sempit yaitu pengurangan ukuran atau dimensi furnitur yang masih memenuhi persyaratan ergonomi.

DApur yang dibuat dengan ergonomis

Contohnya seperti sofa yang terlalu memakan tempat di ruang tamu dapat dimaksimalkan dengan pengurangan dimensinya. Sofa yang awalnya berukuran 160 cm x 80 cm dapat diganti dengan ukuran yang lebih kecil menjadi 140 cm x 70 cm.

Pengurangan bentuk ukuran ataupun meniadakan barang-barang tertentu dalam mengisi arsitektur bukan hanya sekedar sebagai bentuk penghematan. Walaupun minimalis memiliki arti menggunakan barang sesederhana mungkin, bukan berarti akan mengurangi nilai estetika dan juga fungsi kegunaannya.

Oleh sebab itu, diperlukan penerapan ilmu ergonomi agar tiap barang yang dimiliki memiliki nilai guna yang tinggi. Mempersedikit ornamen, bentuk hingga furnitur tetapi memiliki fungsi yang sangat efektif.

Salah satu instrument yang dapat digunakan dalam menerapkan nilai ergonomi pada gaya minimalis di dunia arsitektur yaitu Kursi Antropometri dan Portable Antropometri Kit.

Alat untuk Menerapkan Ergonomi dalam Minimalis Arsitektur

Sebagai pionir produsen alat ukur antropometri guna memaksimalkan ilmu ergonomi di Indonesia, Solo Abadi memiliki 2 brand unggulan. Berikut merupakan deskripsi singkat mengenai produk unggulan kami:

1. Kursi Antropometri

Kursi Antropometri merupakan alat ukur antropometri yang digunakan untuk mengukur dimensi tubuh manusia. Kursi Antropometri merupakah salah satu pilihan dalam menerapkan ilmu ergonomi yang terdapat pada desain minimalis. Alat ukur ini dapat mengukur hingga 34 pengukuran tubuh manusia.

Pengukuran pada Kursi Antropometri terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pada posisi berdiri, duduk dan area wajah. Pengukuran menggunakan Kursi Antropometri sangatlah simple, mudah dan efektif karena alat ini dilengkapi dengan dongkrak elektrik.

Kursi antropometri

2. Portable Antropometri

Portable Antropometri Kit merupakan produk ukur antropometri terbaru dari Solo Abadi. Instrumen ini terinspirasi dari antropometri yang ditemukan oleh Rudolf Martin, seorang ilmuan yang mendalami bidang antropologi. Portable antropometri kit terdiri dari berbagai bagian, yaitu antropometer, sliding caliper, small dan large spreading caliper.

Portable Antropometri Kit dapat melakukan pengukuran hingga lebih dari 100 dimensi tubuh manusia. Pengukuran menggunakan produk kami terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pada posisi berdiri, duduk dan pada area kepala.

Portable Antropometri Kit

Apabila kalian tertarik untuk membeli produk pengukuran antropometri spesial kami, kalian bisa berkunjung ke link berikut (untuk Kursi Antropometri) dan link berikut (untuk Portable Antropometri Kit) atau hubungi kami dengan menekan icon whatsapp di pojok kanan bawah.

Jangan ragu kalau kalian hanya ingin menanyakan harga ataupun meminta informasi yang lebih detail mengenai produk spesial kami, karean kami akan selalu melayani kalian dengan ramah.

Facebook Comments
Bagikan!