10 Jenis Alat Terapi Fisik Yang Digunakan Unit Rehabilitasi Medik Dan Olahraga!

Artikel ini memuat informasi tentang alat terapi fisik. Dalam dunia medis, khususnya di bidang rehabilitasi medik dan terapi fisik, keberadaan alat terapi yang tepat menjadi faktor penting dalam mendukung proses pemulihan pasien. Setiap alat memiliki fungsi dan kegunaan tersendiri sesuai dengan kondisi pasien, mulai dari cedera otot, gangguan sendi, hingga rehabilitasi pasca operasi.

alat terapi fisik
Sumber: Pixabay.com

Artikel ini akan membahas berbagai jenis alat terapi fisik yang umum digunakan di unit rehabilitasi medik dan olahraga, serta bagaimana alat antropometri membantu memastikan terapi dilakukan secara presisi dan aman.

Baca Juga:  Harga Terbaru Set Rehabilitasi Medis Sederhana Hanya di Sini! 

10 Jenis Alat Terapi Fisik Yang Sering Digunakan!

1. Ultrasound Therapy (Terapi Ultrasonik)

Alat terapi ultrasonik digunakan untuk memberikan gelombang suara frekuensi tinggi ke jaringan otot yang rusak. Tujuannya adalah untuk meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi peradangan, dan mempercepat proses penyembuhan. Terapi ini sering diberikan pada pasien yang mengalami cedera otot atau sendi ringan.

2. Electrical Muscle Stimulation (EMS)

Alat ini mengirimkan arus listrik rendah untuk menstimulasi kontraksi otot. EMS sering digunakan untuk mencegah atrofi otot, membantu pemulihan pascaoperasi, atau meningkatkan kekuatan otot bagi atlet.

3. Infrared Lamp Therapy

Terapi dengan lampu inframerah digunakan untuk memberikan efek panas pada otot dan sendi. Efek panas ini membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi rasa nyeri. Terapi ini umum digunakan untuk pasien yang mengalami nyeri punggung, bahu kaku, atau kekakuan sendi akibat cedera olahraga.

4. Laser Therapy

Alat terapi fisik berbasis laser berfungsi menstimulasi proses regenerasi jaringan. Laser intensitas rendah dapat mengurangi inflamasi, mempercepat penyembuhan luka, dan meningkatkan aktivitas sel. Terapi ini populer di klinik olahraga modern karena hasilnya cepat terlihat tanpa efek samping berarti.

5. Treadmill Terapi dan Sepeda Statis

Alat ini digunakan untuk melatih daya tahan fisik dan memperkuat sistem kardiovaskular pasien. Dalam rehabilitasi medik, treadmill dan sepeda statis sering dilengkapi dengan sensor untuk mengukur tekanan, kecepatan, dan detak jantung pasien. Data antropometri pasien, seperti panjang tungkau atau berat badan dapat membantu menyesuaikan intensitas latihan dengan aman.

alat terapi fisik
Sumber: Pixabay.com

6. Parallel Bar (Alat Latihan Jalan)

Parallel bar digunakan untuk melatih kemampuan berjalan kembali bagi pasien pasca stroke, amputasi, atau cedera tulang belakang. Dengan bantuan terapis, pasien dapat berlatih keseimbangan dan kekuatan otot kaki secara bertahap. Sebelum terapi, pengukuran tinggi badan, panjang tungkai, dan kekuatan tubuh bagian bawah dengan alat antropometri menjadi acuan penting agar proses latihan lebih aman dan sesuai kebutuhan pasien.

7. Shoulder Wheel (Roda Bahu)

Alat ini digunakan untuk melatih sendi bahu agar kembali fleksibel setelah ceder. Shoulder wheel membantu meningkatkan rentang gerak sendi secara bertahap, khususnya untuk pasien dengan frozen shoulder atau pasca operasi bahu. Ketinggian alat biasanya disesuaikan dengan ukuran tubuh pasien, yang dapat diukur secara akurat dengan antropometri kit.

8. Standing Frame

Standing frame adalah alat bantu berdiri yang digunakan untuk pasien dengan kelumpuhan atau gangguan mobilitas berat. Dengan alat ini, pasien dapat berdiri dalam posisi aman sambil memperkuat otot punggung dan tungkai. Data postur tubuh dan distribusi berat badan dari alat antropometri membantu menentukan posisi berdiri ideal agar terapi tidak menimbulkan cedera bahu.

9. Exercise Ball dan Balance Board

Kedua alat ini digunakan untuk melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh. Terapi ini sangat penting bagi atlet maupun pasien rehabilitas saraf. Latihan dengan exercise ball memerlukan pengukuran akurat tinggi badan dan panjang tungkai pasien untuk menyesuaikan ukuran bola yang tepat.

10. Alat Antropometri Kit

Meskipun bukan alat terapi langsung, alat antropometri kit merupakan perangkat wajib di setiap unit rehabilitasi medik dan olahraga. Fungsinya adalah untuk mengukur status gizi manusia, seperti tinggi badan, berat badan, hingga pengukuran kepala.

Baca Juga:  Berapa Harga Alat Antropometri? Berikut Rekomendasi Sesuai Pengadaan Rumah Sakit! 

Jual Alat Antropometri Kit Terpercaya Dari PT Solo Abadi Indonesia

Dalam menunjang terapi di setiap unit rumah sakit diperlukan pengukuran Antropometri Kit. Antropometri Kit merupakan satu set peralatan pengukuran yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, panjang badan, hingga pengukuran lingkar lengan atas dan kepala. Berikut rekomendasi peralatan Antropometri Kit rekomendasi Kemenkes adalah Metrisis Antropometri Kit dari PT Solo Abadi Indonesia. Satu set Antropometri Kit sudah lengkap berisi:

alat terapi fisik
  • Stadiometer atau alat ukur tinggi badan
  • Infantometer board atau alat ukur panjang badan bayi
  • LILA atau lingkar lengan atas dan kepala
  • Digital weight scale atau timbangan dewasa digital
  • Digital baby weight scale atau timbangan bayi digital
  • Tas penyimpanan antropometri kit

Dapatkan satu set Antropometri Kit ini dengan menghubungi Admin kami melalui WhatsApp. Tersedia juga di E-Catalog pemerintah. Atau Anda juga bisa mengisi tautan ASK FOR PRICE untuk menanyakan harga dan biaya ongkir. Selalu dapatkan informasi terbaru di www.soloabadi.com.

Facebook Comments
Bagikan!
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
👋 Hallo, Ada yang bisa saya bantu?