Combat vehicle atau kendaraan tempur adalah kendaraan militer darat yang dirancang untuk digunakan dalam operasi tempur. Kendaraan ini berbeda dengan kendaraan militer non-tempur seperti truk, karena dirancang untuk digunakan di zona tempur aktif, dalam perang mekanis, dan perang infanteri darat. Kendaraan tempur biasanya mengesampingkan ergonomi dalam pembuatannya, padahal ergonomi merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk memaksimalkan kinerja para tentara dengan meminimalisir kelelahan mereka dengan memperhatikan faktor ergonomi dalam mendesain kendaraan tempur. Oleh karena itu, berikut adalah data antropometri combat vehicle.

Baca Juga : Merancang Mobil Militer yang Ideal dengan Menggunakan Konsep Antropometri
Penerapan Antropometri Combat Vehicle

Untuk mengetahui cara untuk memaksimalkan kinerja para tentara yang akan ditugaskan di dalam kendaraan tempur, maka hal yang perlu diketahui pertama kali adalah penerapan antropometri combat vehicle. Berikut adalah penerapannya:
- Desain Cockpit untuk Pengemudi
- Desain kursi dan posisi kursi untuk pengemudi
- Peletakan dan jarak dari pedal gas dan rem
- Peletekan setir dan instrumen pengemudi lainnya
- Ruang kepala (headroom) untuk pengemudi
- Desain Kursi dan Instrumen dari Penembak dan Komando Kendaraan Tempur
- Desain kursi dan posisi kursi
- Peletekan instrumen penembak dan juga pembidik serta teropong
- Ruang kepala (headroom)
- Akses Masuk dan Keluar dari Kendaraan Tempur
- Ukuran dari palka / hatch pengemudi dan penembak
- Ukuran dari pintu untuk keluar dari para tentara
Baca Juga: Bagaimana Penerapan Ergonomi dalam Desain Cockpit FSAE?
Pengukuran Antropometri Combat Vehicle
Setelah mengetahui pengunaan antropometri pada combat vehicle, maka selanjutnya kita harus mengetahui pengukuran yang digunakan pada antropometri combat vehicle. Berikut adalah pengukuran antropometri pada combat vehicle pada beberapa aplikasi posisi dalam kendaraan tempur:
| No. | Pengukuran | Persentil | Ukuran |
| A | Tinggi Popliteal Duduk | 50th | 42.17 cm |
| B | Panjang Popliteal Duduk | 50th | 41.48 cm |
| C | Panjang Rentang Tangan ke Depan | 50th | 70.71 cm |
| D | Tinggi Bahu pada Posisi Duduk | 50th | 59.49 cm |
| E | Tinggi Mata pada Posisi Duduk | 50th | 72.62 cm |
| F | Tinggi Badan pada Posisi Duduk | 95th | 93.89 cm |
| G | Panjang Lutut Kaki Duduk | 95th | 59.92 cm |
Persentil yang digunakan adalah persentil 50th dan 95th karena tentara merupakan individu yang diseleksi secara satu per satu, dengan salah satu kriteria seleksinya berupa tinggi. Pada Indonesia, tinggi minimum tentara adalah 163cm. Oleh karena itu, pada pengambilan ukuran, persentil yang digunakan adalah persentil 50th dan 95th untuk mengakomodasi ukuran tubuh para tentara tersebut.
Butuh Pengukuran Antropometri untuk Memaksimalkan Kinerja para Tentara di Dunia Militer? Gunakan Kursi Antropometri!

Kursi Antropometri adalah kursi yang digunakan untuk mengukur 34 dimensi antropometri tubuh manusia secara presisi dan akurat. Banyak yang sudah mempercayakan kebutuhan pengukuran antropometri tubuh mereka pada kursi antropometri. Tunggu apa lagi? Masih belum yakin? Simak kelebihan dari kursi antropometri!
- Satu-satunya alat ukur antropometri yang berani menjamin hasil pengukuran yang presisi.
- Dapat menunjang berbagai macam kebutuhan akan pengukuran tubuh manusia.
- Alat ukur yang memiliki rangka dan juga bahan yang kokoh dan tidak mudah rusak.
- Alat ukur yang memiliki dimensi ukur yang besar dan dapat digunakan untuk semua orang.
- Pelayanan after-sales dan customer service yang terbaik bagi semua customer.
Tertarik dengan kursi antropometri? Dapatkan Informasi lengkap bisa Anda temukan di Website, termasuk fitur Ask for Price untuk penawaran harga terbaik. Anda dapat menghubungi kami melalui WhatsApp, dan Instagram atau melalui Email dan Nomor Telepon kami.
Artikel ini ditulis oleh Hilarius Julian Satrio Abinowo, Mahasiswa Program Studi Perancangan Manufaktur, Politeknik ATMI Surakarta, Angkatan 55.



